Jakarta – Rupiah kembali melemah pada perdagangan hari Rabu, 1 Juni 2016. Rendahnya selera investor membuat trader enggan berinvestasi di pasar berkembang.
Jameel Ahamd, Chief Marketing Analyst FXTM mengatakan, telah terjadi peningkatan kekhawatiran global mengenai referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa yang akan digelar Juni ini.
Selain itu, ekspektasi kemungkinan Federal Reserve meningkatkan suku bunga AS di musim panas ini telah menguat. Adanya konsensus umum bahwa OPEC tidak akan mengubah level produksi minyak di hari Kamis juga membuat selera risiko investor menjadi rendah.
Rendahnya selera risiko membuat investor menghindari berinvestasi di mata uang pasar berkembang sehingga Rupiah saat ini kesulitan mencari permintaan pembelian. Pasar minyak juga menurun sekitar US$2 di hari sebelumnya.
“Artinya mata uang terkait komoditas akan tertekan, termasuk Rupiah” imbuh Jameel.(*)
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More