Oleh Tim Redaksi Infobank
PROSES pergantian kursi panas di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasuki babak krusial. Di tengah gejolak pasar modal yang belum sepenuhnya pulih pasca heboh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal tahun, sepuluh calon pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR, Rabu (11/3/2026) hari ini.
Namun, di balik proses formal yang tampak transparan itu, bisik-bisik tentang “kandidat titipan” dan kompromi politik antarlembaga semakin santer terdengar.
Menurut penelusuran Infobank, berhasil mengumpulkan informasi dari sejumlah narasumber di lingkaran elite Kementerian Keuangan, DPR, dan pelaku pasar mengenai bocoran nama yang dipastikan akan mengamankan kursi di puncak tertinggi otoritas keuangan tersebut. Mereka adalah Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Budiarso.
Proses seleksi yang biasanya berlangsung hitungan bulan ini dipangkas habis-habisan. Pengumuman lolos administratif baru dirilis pada 4 Maret 2026, dan hanya dalam hitungan hari, fit and proper test sudah digelar. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, beralasan bahwa akselerasi ini untuk memberikan kepastian kepada pasar dan merespons situasi ketidakpastian.
Baca juga: Formalitas Fit and Proper Test Calon Komisioner OJK, Panggung Senayan yang Lucu
Namun, seorang pengamat pasar modal yang enggan disebut namanya menilai percepatan ini berisiko mengabaikan proses “penjernihan” rekam jejak.
“Ini terkesan seperti emergency braking, tapi siapa yang mengemudikan remnya? Ada kesan DPR dan pemerintah ingin segera mengamankan kursi yang kosong dengan orang-orang yang sudah mereka setujui di belakang layar, tanpa ruang publik untuk benar-benar mencermati,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/3/2026) malam.
Bocoran yang beredar menyebutkan bahwa dari 10 kandidat yang diuji, lima hingga enam nama ini adalah “paket komplit” yang akan mengisi posisi Ketua, Wakil Ketua, dan Kepala Eksekutif Pasar Modal. Berikut adalah profil singkat dan kekuatan politik yang diduga berada di belakang mereka:
Itulah enam nama dari lima nama yang akan dipilih. Sampai malam kemarin (10/3/2026), enam nama tersebut masih dinamis. Tapi yang akan lolos tidak lebih dari enam nama itu.
Proses uji kelayakan yang dilakukan mulai pagi hingga malam dalam satu hari dinilai sebagai rekor tercepat dalam sejarah DPR. Seorang mantan anggota DPR yang pernah duduk di Komisi XI mengatakan kepada tim investigasi, “Fit and proper test itu sejatinya adalah uji publik. Kalau waktunya dipadatkan seperti ini, publik tidak punya waktu untuk mengkritisi jawaban dan visi misi mereka. DPR hanya akan membacakan CV, lalu voting.”
Yang lebih menarik, keputusan akan diambil pada hari yang sama. Artinya, lobi-lobi dan pembagian kursi sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum uji kelayakan dimulai. Rapat paripurna DPR pada Kamis (12/3/2026) tinggal meratifikasi apa yang sudah diputuskan oleh “segelintir orang” di Komisi XI.
Panitia Seleksi memang membuka keran aspirasi masyarakat hingga 26 Maret 2026, namun masukan tersebut hanya akan diterima sebelum wawancara, sementara uji kelayakan di DPR sudah dilakukan lebih awal . Seorang pengamat menyebut ini sebagai “closing the barn door after the horse has bolted” (menutup pintu kandang setelah kuda kabur).
Panitia Seleksi menjamin kerahasiaan identitas pemberi masukan, namun tidak ada jaminan bahwa masukan tersebut akan mengubah peta kekuatan yang sudah tersusun rapi.
Jika bocoran ini benar. Seorang pelaku pasar yang enggan disebut namanya berkomentar sinis, “Siapa pun mereka, yang penting berani. Berani bilang ‘tidak’ pada kepentingan pemilik modal nakal, berani bilang ‘tidak’ pada tekanan politik. Kalau hanya jadi ‘rubber stamp‘ (stempel) penguasa dan pemodal besar, pasar tidak akan percaya.”
Hingga berita ini diturunkan, tidak satu pun dari keenam nama tersebut bersedia memberikan komentar terkait bocoran ini. Mereka hanya menyatakan akan menjalani proses sesuai aturan. Sementara itu, ruang rapat Komisi XI DRI RI bersiap menjadi saksi bisu atas drama perebutan kursi penguasa lalu lintas uang negeri ini. (*)
Poin Penting Infobip akan meluncurkan platform Agent OS pada April 2026 untuk menyatukan fungsi omnichannel… Read More
Poin Penting Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada… Read More
Poin Penting Perbarindo menggelar buka bersama dengan anggota dan 50 anak panti asuhan, sebagai bentuk… Read More
Poin Penting Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia serta… Read More
Poin Penting Aktivitas transaksi tinggi menjelang Idulfitri 2026 memicu kenaikan laporan penipuan digital, terutama tiket… Read More
Poin Penting IBI menggelar program sosial “Bankir Berbagi: Bersama Menebar Kebaikan” pada 10 Maret 2026… Read More