Sementara itu, peneliti INDEF, Abra P.G. Talattov menambahkan, Pansel OJK harus memilih calon yang dapat menjawab tantangan OJK ke depan. Tantangan ke depan tentunya akan semakin berat. Para anggota DK OJK yang baru nantinya harus mampu menjawab beberapa tantangan.
Baca juga: Pantaskah Politisi Duduk di Kursi DK OJK?
Dia mengatakan, tantangan pertama, menjaga stabilitas keuangan nasional dari risiko eksternal dan internal. Kedua, mendorong inklusi keuangan demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas & dinikmati seluruh komponen masyarakat. Ketiga, mewujudkan Good Corporate Governance pada seluruh stakeholders lembaga keuangan. “Dan keempat, memahami gejala krisis dan mampu menyiapkan protokol mitigasi krisis,” ucapnya.
Sejauh ini, DK OJK periode pertama yang dipimpin oleh Muliaman D. Hadad sebagai ketua dianggap sudah cukup berhasil meletakkan pondasi bangunan di sektor jasa keuangan dengan program-program dan kebijakan yang dikeluarkan selama lima tahun terakhir ini. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting Pengguna MADINA naik 13% menjadi lebih dari 13.700, dengan frekuensi transaksi mencapai 2… Read More