Jakarta– Menjawab pertayaan Evliana anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Persatuan Pembangunan mengenai pengembangan bank daerah dan bank syariah, Heru Kristiyana mengungkapkan pentingnya pegawasan dan pengembangan sumber daya internal perbankan.
“Perkembangan bank syariah ke depan saya ingin berikan terobosan. Seharunya syariah ini menjadi pendorong ekonomi nasional. Pertama kelemahan sumber daya insani (SDI). Karena seluruh SDI di perbankan syariah asalanya dari perbankan konvensional.” jelas Heru di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Ia juga menilai sistem pengawasan yang masih tergabung membuat pengawasan kurang maksimal dan kurang menunjukan kinerja positifnya.
“OJK juga harus kelihatan departemen pengawasan dan pengaturan. Dan inikan masih digabung sehingga gak fokus.” ungkap Heru
Ia menambahkan, kelak bila terpilih ia akan membuka trobosan dengan memisahkan fokus pengawasan departemen pengawasan.
“Terobosan saya dengan segala risiko akan dipisahkan. supaya memeberikan sinyal ke pasar bahwa OJK serius. ” tutup Heru. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More