Perbankan

Selain Penghapusan PPN dan BPHTB, Bos BTN Usulkan Ini Agar Masyarakat Lebih Mudah Beli Rumah

Jakarta – Pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto disebut akan membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk pembelian rumah. Wacana ini digagas untuk mendongkrak daya beli masyarakat, sekaligus mewujudkan program 3 juta rumah.

Besaran PPN dan BPHTB yang mencapai 16 persen dari harga rumah menjadi beban bagi masyarakat yang ingin membeli rumah. Meskipun uang muka (down payment) sudah diturunkan, biaya pajak yang harus dibayar di muka itu kerap menjadi kendala bagi masyarakat dalam membeli hunian.

“Biaya-biaya ini seringkali menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk memiliki rumah,” beber Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Nixon LP. Napitupulu ketika ditemui usai Final Event BUMN Learning Festival, di Jakarta, Selasa,15 Oktober 2024.

Baca juga: BTN Siapkan Pembiayaan 150.000 Rumah Rendah Emisi

Maka itu, BTN yang juga melakukan banyak diskusi dengan Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Pemerintahan Prabowo Subianto menyambut positif usulan penghapusan PPN dan BPHTB. Selain itu, BTN juga mengusulkan insentif lain yakni subisidi premi asuransi atau premi penjaminan ditanggung pemerintah.

Besaran biaya PPN, BPHTB dan premi asuransi atau penjaminan bisa mencapai 20 persen dari total harga rumah. Biaya itu pun harus dibayarkan di awal dan tidak bisa menggunakan kredit. Itu yang menyebabkan banyak orang kesulitan membeli rumah, meski uang muka sudah bisa 0 persen.

“Biaya PPN dan BPHTB itu tidak bisa pakai kredit. Dia harus pakai cash. Ada lagi namanya asuransi, kalau ditotal itu 20 persen. Kalau itu hilang maka kemampuan orang akan semakin cepat karena biaya di depannya menjadi murah,” kata Nixon.

Di sisi lain, penghapusan biaya-biaya tersebut akan membuat harga rumah seakan-akan turun 20 persen, sehingga besaran angsuran atau cicilan pun akan lebih terjangkau.

Baca juga: Program 3 Juta Rumah Prabowo, SMF Rekomendasikan Intervensi Khusus

“Kira-kira itu sih yang kita usulkan. Ini baru usulan ya, belum keputusan. Jadi kita justru mengusulkan ini dibebaskan supaya program 3 juta rumah tercapai,” pungkas Nixon.

Sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Hashim S. Djojohadikusumo menjelaskan, usulan penghapusan BPHTB dan PPN itu sudah diusulkan ke pemerintahan terpilih.

Pemerintah juga diklaim tidak perlu khawatir soal hilangnya pendapatan dari penghapusan pajak tersebut. Pemerintah dapat mengoptimalkan penerimaan pajak-pajak lainnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

3 hours ago

Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More

5 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

5 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

6 hours ago