Bank; Cari alternatif pendanaan. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Selain berencana melakukan pinjaman kembali kepada Bank Pembangunan China atau China Development Bank (CDB), tiga Bank BUMN (Bank Mandiri, BRI, BNI) rupanya juga berencana menjajaki pinjaman dari Bank asal Jepang.
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, Achmad Baiquni mengakui, meski pihaknya tengah berencana untuk mengajukan pinjaman kembali ke CDB, namun tak menutup kemungkinan tiga Bank BUMN akan me-create utang baru dari Bank Jepang.
Rencana penambahan utang dari Bank asal Jepang tersebut terkait dengan momentum global yang menerapkan Zero Rate Policy, bahkan Negative Interest Rate Policy. “Dengan zero interest kan banyak bank tawarkan kredit bunga rendah,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 15 Maret 2016.
Baiquni berharap, pemerintah Jepang bisa merealisasi rencana mengubah aturan pinjaman ke pihak asing menjadi business to business. Dia menegaskan, jika perubahan kebijakan itu lolos, maka tiga bank BUMN akan mengintensifkan penjajakan pinjaman ke Jepang.
“Selama ini Jepang selalu memberikan pinjaman itu secara G to G. Menurut informasi yang saya terima, mereka sedang melakukan kajian untuk mengubah undang-undang terkait itu,” tukasnya.
Selain itu, kata dia, jika bercermin pada Rencana Bisnis Bank (RBB) tiga tahun ke depan, ketiga bank BUMN ini berencana menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang diantaranya dari pinjaman bilateral, penerbitan obligasi dan medium term note (MTN).
Sebelumnya BNI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memang sudah mendapatkan pinjaman dari CDB masing-masing US$1 miliar. Saat ini, pinjaman tersebut sudah tersalurkan 100% ke sejumlah perusahaaan swasta nasional. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More