Market Update

Sektor Properti dan Industri Angkat IHSG ke Level 8.312

Poin Penting

  • IHSG sesi I naik 0,46% ke level 8.312,57 dan sempat mencetak rekor tertinggi baru di 8.351,05.
  • Sektor properti dan industri menjadi pendorong utama penguatan, masing-masing naik 3,33% dan 1,36%.
  • Bursa Asia kompak menguat, dengan Nikkei 225 naik tertinggi 1,46%.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (24/10), ditutup dengan melanjutkan penguatannya ke level 8.312,57 dari posisi 8.274,35 atau naik 0,46 persen dan sempat mencetak All Time High (ATH) baru di 8.351,05.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 15,38 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,45 juta kali, dan total nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,51 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 315 saham terkoreksi, sebanyak 336 saham menguat dan sebanyak 157 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,27 Persen ke Level 8.296

Lalu, mayoritas sektor mengalami penguatan, dengan sektor properti naik 3,33 persen, sektor industrial meningkat 1,36 persen, sektor kesehatan menguat 1,22 persen, sektor keuangan naik 1,17 persen, sektor energi meningkat 0,25 persen, dan sektor transportasi menguat 0,21 persen.

Sedangkan, sektor lainnya melemah, dengan sektor teknologi turun 1,32 persen, sektor non-siklikal merosot 0,69 persen, sektor bahan baku melemah 0,41 persen, sektor siklikal turun 0,29 persen, dan sektor infrastruktur merosot 0,23 persen.

Baca juga: IHSG Berpeluang Kembali Menguat, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Adapun, indeks-indeks bursa Asia kompak menguat, dengan Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,50 persen, Hang Seng Index meningkat 0,67 persen, dan Nikkei 225 Index Tokyo menguat 1,46 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

15 mins ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

28 mins ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

37 mins ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

47 mins ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

55 mins ago

Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap 3 Persen, Hanya Diubah Jika Terjadi Krisis Besar

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan batas defisit APBN 3 persen dari PDB tetap dipertahankan.… Read More

1 hour ago