Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year-to-date (ytd) tercatat melemah hampir 15 persen sejak awal tahun. Pelemahan ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global.
Unit Kajian dan Analisis Ekonomi Divisi Riset PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Anita Kezia mengatakan, di tengah tekanan terhadap indeks, hanya sektor bahan baku yang masih mencatatkan penguatan.
Indeks sektor bahan baku atau IDX Basic Materials (IDXBASIC) tercatat naik 3,52 persen secara ytd.
“2026 saat ini mostly memang tertekan karena memang indeksnya sendiri secara composite juga tertekan gitu ya tapi di sini salah satu yang bisa kita soroti adalah bagaimana salah satu sektor yaitu IDX Basic Materials masih menguat,” kata Anita dalam Edukasi Wartawan Pasar Modal dikutip, Jumat, 13 Maret 2026.
Baca juga: IHSG Berbalik Ditutup Merah ke Level 7.362, Sektor Siklikal Anjlok Lebih dari 2 Persen
Menurut Anita, penguatan sektor bahan baku didorong oleh dominasi saham berbasis komoditas di dalam indeks tersebut, terutama dari sektor pertambangan seperti nikel dan emas. Hal ini membuat kinerja sektor tersebut lebih baik dibandingkan sektor lainnya.
“Dan kita lihat juga bahwa memang salah satu sektor di mana minat asing itu masih ada sebenarnya itu adalah di saham-saham yang berbasiskan komoditas tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, indeks LQ45 juga masih mencatatkan pelemahan sebesar 11,14 persen secara ytd, sejalan dengan pergerakan IHSG yang berada dalam tren penurunan.
“LQ45 disini kita lihat juga tertekan juga sama seperti composite tapi tertekannya mungkin relatif lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: BNI Sekuritas Proyeksikan IHSG Tembus Level 10.800 Tahun Ini
Adapun, secara rinci, mayoritas indeks sektor lainnya masih berada di zona merah sepanjang tahun berjalan.
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatatkan penurunan terdalam sebesar 26,24 persen. Disusul sektor properti (IDXPROPERT) yang turun 18,30 persen, dan sektor teknologi (IDXTECHNO) yang melemah 18,17 persen.
Selanjutnya, sektor barang konsumsi siklikal (IDXCYCLIC) turun 17,07 persen, sektor industri (IDXINDUST) melemah 15,19 persen, serta sektor energi (IDXENERGY) merosot 14,69 persen.
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Melemah pada Rentang 7.300-7.350
Sektor kesehatan (IDXHEALTH) juga turun 11,30 persen. Sementara tiga sektor lainnya mencatat penurunan lebih terbatas, yakni sektor barang konsumsi non-siklikal (IDXNONCYC) yang melemah 10,88 persen, sektor keuangan (IDXFINANCE) turun 10,00 persen, dan sektor transportasi (IDXTRANS) terkoreksi 8,03 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More