Jakarta – Sebagai upaya penguatan ekosistem segmen UMKM, Bank BRI terus melakukan inovasi dan terobosan baru dalam kaitannya pemberdayaan UMKM di Indonesia. Yang terbaru, BRI meluncurkan program Sekolah Pasar dan UMKM yang bertujuan pendampingan pelaku UMKM untuk mendorong semakin melek akan literasi keuangan sehingga meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan bahwa program Sekolah Pasar dan UMKM yang diselenggarakan secara daring diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas pedagang pasar dan UMKM dalam manajemen usaha.
“Baik dari legalitas usaha, tempat usaha, kualitas barang dagangan, packaging, payment system, manajemen keuangan, soft skill entreprenur, serta wawasan go digital sehingga mampu memperluas pemasaran usaha melalui media online,” imbuh Supari melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2020.
Secara teknis, para tenaga pemasar mikro BRI atau biasa disebut Mantri BRI mendaftarkan para pedagang pasar dan pelaku UMKM yang akan mengikuti kelas virtual tersebut sekaligus melakukan pendampingan secara langsung. Untuk setiap pertemuan selama 90 menit dan diisi oleh para professional yang ahli dibidangnya.
Dalam program tersebut para pelaku UMKM juga diajarkan cara untuk memanfaatkan platform yang sudah diluncurkan BRI seperti STROBERI dan Pasar.id. Stroberi merupakan layanan transaksi elektronik terpadu yang dikhususkan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara berkesinambungan melalui layanan-layanan transaksi digital yang dapat menjawab berbagai permasalahan administrasi dan finansial di ekosistem UMKM.
Saat ini sudah lebih dari 2.000 user sebagai Billee dan Biller (antara lain: Bumdes, Pelaku UMKM, dan Pengelola Pasar) yang menggunakan Stroberi Tagihan dalam mengelola tagihan usahanya (billing management), serta lebih dari 15.000 user Stroberi Kasir dalam manajemen usahanya khususnya pencatatan transaksi & inventory management.
Sementara itu Pasar.id merupakan hasil kolaborasi BRI dengan Pengelola Pasar untuk menghidupkan dan meningkatkan transaksi pasar tradisional dengan mengimplementasikan pemasaran pedagang pasar secara online via Web, beserta mekanisme pembayaran digital (via transfer, credit card, debit card, QRIS, BRIZZI), dan membuka lapangan pekerjaan baru sebagai Kurir Pasar dalam melakukan pengiriman barang belanja pasar sampai ke pembeli.
Saat ini sudah terintegrasi lebih dari 4.000 Pasar di dalam Aplikasi Pasar.id. Sehingga memudahkan masyarakat Pelanggan Pasar Tradisional untuk berbelanja secara online (tanpa harus ke pasar) dengan memilih pasar terdekat tempat tinggalnya.
“Para pelaku UMKM saat ini membutuhkan pendampingan dan edukasi dari BRI sebagai bagian dari upaya recovery bisnisnya yang terdampak pandemi, di samping itu BRI memiliki komitmen untuk terus menjaga sustainability pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Supari. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Sebanyak 36 dari 38 provinsi telah menetapkan UMP 2026, sesuai PP 49/2025 yang… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan formulasi UMP 2026 telah memasukkan indikator ekonomi seperti inflasi, indeks alfa,… Read More
Poin Penting Modal asing masuk Rp3,98 triliun pada 22–23 Desember 2025, dengan beli bersih di… Read More
Poin Penting Menurut Asuransi Jasindo mobilitas tinggi memicu potensi kecelakaan dan kejahatan, sehingga perlindungan risiko… Read More
Poin Penting Pemerintah menyelamatkan lebih dari Rp6,6 triliun keuangan negara, sebagai langkah awal komitmen Presiden… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menerapkan perlakuan khusus kredit bagi debitur terdampak bencana di Aceh, Sumut,… Read More