Jakarta–Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Haru Koesmahargyo mengungkapkan, sejak tercatat sebagai emiten di pasar modal pada tahun 2003, saham BRI tercatat terus menguat. Ini menjadi bukti, bahwa BRI selalu mencatat kinerja positif setiap tahunnya.
“Saat IPO harga saham kita di Rp875, sekarang sudah Rp1.5000,” kata Haru di acara public expose marathon di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2017.
Baca juga: Siapkan Rp700 Miliar, BRI Teruskan Rencana Akuisisi
Ia mengatakan, jika melihat sejarah perkembangan saham BRI, setelah melakukan pemecahan nilai saham (stock split) harga saham BRI tiap tahun selalu naik 2,4 kali. Kala itu di 2011, BRI sempat memecah nominal sahamnya dari semula Rp500 per saham menjadi Rp250 per saham.
Sementara berdasarkan catatan, kala di stock split saham BRI berada pada harga dikisaran Rp9.000-Rp9.300. “Jika awal IPO di Rp875 artinya saham BRI sudah naik 34 kali,” jelas Haru. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More