Market Update

Seharian di Zona Hijau, IHSG Ditutup ke Level 8.975

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,27 persen ke level 8.975,33, dengan nilai transaksi mencapai Rp36,97 triliun dan volume perdagangan 57,52 miliar saham
  • Indeks utama masih hijau, dipimpin JII (+1,47 persen) dan LQ45 (+1,01 persen), meski mayoritas sektor melemah
  • Saham unggulan perdagangan diisi BUMI, BKSL, dan DEWA, sementara top gainers antara lain ELPI, ELSA, ANTM, dan top losers mencakup GTSI, JTPE, PTRO.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 26 Januari 2026 ditutup pada zona hijau ke posisi 8.975,33 atau menguat 0,27 persen dari posisi 8.951,01.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 428 saham terkoreksi, 267 saham menguat, dan 110 saham tetap tidak berubah.

Sebanyak 57,52 miliar saham diperdagangkan dengan 3,83 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp36,97 triliun.

Baca juga: Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp90,15 Miliar

Lalu, seluruh indeks dalam negeri masih tercatat menguat dengan IDX30 yang naik 0,36 persen menjadi 450,56. Selanjutnya, JII meningkat 1,47 persen menjadi 616,10, Sri-Kehati menguat 0,02 persen menjadi 388,36, dan LQ45 naik 1,01 persen ke 882,43.

Meski demikian, mayoritas sektor tercatat melemah. Ini tercermin dari sektor energi yang turun 2,39 persen, sektor properti -2,04 persen, sektor siklikal -1,97 persen, dan sektor industrial -1,92 persen.

Kemudian, sektor kesehatan -1,54 persen, sektor infrastruktur -0,86 persen, sektor keuangan -0,66 persen, dan sektor teknologi -0,57 persen. 

Sedangkan sektor lainnya bergerak menguat, dengan sektor bahan baku naik 4,45 persen, sektor transportasi meningkat 1,67 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,41 persen.

Baca juga: IHSG Diyakini Mampu Tembus 10.000, Cermati Deretan Saham Berikut

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Sedangkan saham top losers adalah PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

5 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

11 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

11 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

11 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

11 hours ago