Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 26 Januari 2026 ditutup pada zona hijau ke posisi 8.975,33 atau menguat 0,27 persen dari posisi 8.951,01.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 428 saham terkoreksi, 267 saham menguat, dan 110 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 57,52 miliar saham diperdagangkan dengan 3,83 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp36,97 triliun.
Baca juga: Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp90,15 Miliar
Lalu, seluruh indeks dalam negeri masih tercatat menguat dengan IDX30 yang naik 0,36 persen menjadi 450,56. Selanjutnya, JII meningkat 1,47 persen menjadi 616,10, Sri-Kehati menguat 0,02 persen menjadi 388,36, dan LQ45 naik 1,01 persen ke 882,43.
Meski demikian, mayoritas sektor tercatat melemah. Ini tercermin dari sektor energi yang turun 2,39 persen, sektor properti -2,04 persen, sektor siklikal -1,97 persen, dan sektor industrial -1,92 persen.
Kemudian, sektor kesehatan -1,54 persen, sektor infrastruktur -0,86 persen, sektor keuangan -0,66 persen, dan sektor teknologi -0,57 persen.
Sedangkan sektor lainnya bergerak menguat, dengan sektor bahan baku naik 4,45 persen, sektor transportasi meningkat 1,67 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,41 persen.
Baca juga: IHSG Diyakini Mampu Tembus 10.000, Cermati Deretan Saham Berikut
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Sedangkan saham top losers adalah PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More