News Update

Segini Penyaluran Kredit Hijau Bank Permata

Poin Penting

  • Bank Permata salurkan Rp556 miliar untuk properti ramah lingkungan dan proyek Energi Baru Terbarukan.
  • Kredit hijau kendaraan listrik tercatat Rp42,9 miliar mendukung elektrifikasi otomotif.
  • Penyaluran mengacu POJK 51/2017 untuk praktik bisnis dan keuangan berkelanjutan.

Jakarta – Di tengah isu krisis iklim, perbankan tak lagi sekedar mengejar cuan, tetapi ikut berkontribusi dalam program keberlanjutan. Bank sebagai lembaga intermediasi diwajibkan menyalurkan kredit hijau sesuai aturan POJK 51/2017.

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) misalnya, tercatat menyalurkan pembiayaan hijau senilai Rp556 miliar di sepanjang 2024. Jumlah ini diperuntukan untuk pembiayaan properti ramah lingkungan.

Diketahui, bank yang diakuisi Bangkok Bank ini menawarkan pembiayaan hijau melalui produk seperti Permata KPR Green Mortgage untuk hunian ramah lingkungan dan fasilitas pembiayaan korporasi untuk proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti pada SUN Energy.

Baca juga: PermataBank Salurkan Dana Hijau Rp500 M ke SUN Energy, Ini Alasannya

Sementara itu, kredit hijau untuk kendaraan listrik senilai Rp42,9 miliar sepanjang 2024. Hal ini sebagai bagian dari mendukung elektrifikasi di sektor otomotif.

Division Head Sustainability Permata Bank, Harfelia Desti mengatakan, penyaluran green financing yang dilakukan Bank Permata mengacu kepada kebijakan POJK nomor 51 tahun 2017.

“Jadi di POJK tersebut diatur bagaimana caranya kita mengatur governance yang comply dengan institusi tersebut. Kembali lagi fungsi kita sebagai perbankan, kita harus menjadi katalis, kita harus membantu partner kita dan paling tidak masyarakat. Jadi pemerintah untuk bisa menerapkan praktek bisnis yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca juga: Sepak Terjang Zulkifli Zaini yang Diangkat Jadi Komut Bank Mandiri

Sebagai informasi, dalam POJK Nomor 51/POJK.03/2017 mewajibkan bank dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya untuk menerapkan Keuangan Berkelanjutan melalui pengintegrasian aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) ke dalam operasional bisnis mereka. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BNI Dorong Nasabah Kelola Keuangan Ramadan Lewat Fitur Insight di wondr

Poin Penting BNI dorong nasabah kelola pengeluaran Ramadan lewat fitur Insight di aplikasi wondr by… Read More

16 mins ago

SIG Gandeng Taiheiyo Cement Garap Bisnis Stabilisasi Tanah

Poin Penting SIG dan Taiheiyo Cement bekerja sama mengembangkan bisnis soil stabilization di Indonesia. Teknologi… Read More

22 mins ago

Bank Saqu Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri

Poin Penting Bank Saqu meluncurkan kampanye edukasi “Awas Hantu Cyber” untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah dari… Read More

29 mins ago

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

7 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

11 hours ago