News Update

Segini Kekayaan Hasan Nasbi yang Pilih Mundur dari Jabatan Kepala PCO

Jakarta – Hasan Nasbi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) di kabinet Merah Putih.

Kabar pengunduran diri Hasan Nasbi sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Isu ini sudah berembus sejak beberapa waktu lalu. Ia pun diketahui telah menghentikan aktivitasnya di PCO sejak 21 April 2025.

Kepada publik, Hasan Nasbi menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur bukan karena emosi sesaat. “Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang,” ujarnya, Selasa, 29 April 2025.

Baca juga: Viral! Goodie Bag ‘Bantuan Wapres Gibran’ Tuai Polemik, Ini Klarifikasi Istana dan Mensos

Hasan juga mengaku telah berkomunikasi dengan dua pejabat kunci di lingkungan Istana sebelum menyampaikan surat pengunduran dirinya. “Surat pengunduran diri saya tandatangani dan saya kirimkan kepada Presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara (Teddy Indra Wijaya) dan Sekretaris Kabinet (Prasetyo Hadi),” katanya.

Pernah Disorot karena Pernyataan Kontroversial

Nama Hasan Nasbi sebelumnya memang sempat ramai diperbincangkan, terutama karena pernyataannya yang dianggap meremehkan kasus teror kepala babi terhadap jurnalis Tempo. Saat itu, Hasan menyebut kepala babi tersebut “dimasak saja”, yang sontak menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kini, setelah pengunduran dirinya, publik mulai menyoroti sisi lain dari Hasan, yakni harta kekayaannya. Maklum, posisi Kepala PCO memiliki hak keuangan dan fasilitas yang setara dengan menteri.

Baca juga: TUGU Angkat Adi Pramana jadi Presiden Direktur Gantikan Tatang Nurhidayat

Punya Harta Lebih dari Rp41 Miliar

Mengacu pada data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses dari laman elhkpn.go.id per Selasa, 29 April 2025, Hasan Nasbi terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 9 Desember 2024. Totalnya mencapai Rp41.336.616.257.

Kekayaan Hasan Nasbi didominasi oleh kas dan setara kas senilai Rp17,69 miliar (Rp17.694.186.518). Hasan juga memiliki aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp13,96 miliar (Rp13.967.787.329) yang tersebar di Jakarta Selatan, Bekasi, Sijunjung, Cianjur, dan Bogor.

Baca juga: Tajir Melintir! Kekayaan Bos Tambang Prajogo Pangestu Lampaui Miliarder Jack Ma

Selain itu, Hasan tercatat memiliki koleksi kendaraan senilai lebih dari Rp9,5 miliar (Rp9.515.382.499). Beberapa di antaranya adalah:

  • BMW X5 (2022): Rp1,2 miliar
  • Honda HR-V (2022): Rp270 juta
  • Toyota Hiace (2018): Rp420 juta
  • Mini Cooper S Hatch A/T (2022): Rp899 juta
  • Mercedes-Benz G 63 A/T (2023): Rp6,7 miliar
  • Honda Beat (2021): Rp13 juta

Hasan Nasbi juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp735 juta, serta utang sebesar Rp575,74 juta (Rp575.740.089).

Mata Pencaharian Hasan Nasbi

Karier Hasan Nasbi dimulai di dunia jurnalistik pada awal 2000-an, setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia. Ia sempat menjadi wartawan antara tahun 2005 hingga 2006. Meski singkat, periode itu menjadi fondasi awal sebelum terjun lebih dalam ke dunia politik.

Baca juga: Astra Agro (AALI) Tunjuk Presdir Baru, Intip Profil dan Rekam Jejak Djap Tet Fa

Pada 2006, Hasan menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik UI hingga 2008. Namun, sumber penghasilan utamanya justru datang dari dunia survei dan komunikasi politik. Ia mendirikan Cyrus Network pada 2010, lembaga survei yang kerap tampil di panggung politik nasional.

Sebagai pemilik dan pengamat politik, Hasan kerap diminta jasanya sebagai konsultan. Inilah yang kemudian menjadi salah satu pundi-pundi pendapatan terbesarnya, bahkan lebih besar dari gaji sebagai pejabat publik.

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Askrindo Berangkatkan 500 Peserta Mudik Gratis BUMN 2026 dengan Perlindungan Asuransi

Poin Penting PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memberangkatkan 500 peserta dalam Program Mudik Gratis BUMN… Read More

4 mins ago

Setahun Danantara Indonesia, Bank Mandiri Tegaskan Dukungan bagi Pemerataan Pendidikan

Poin Penting Danantara Indonesia genap satu tahun, fokus memperkuat tata kelola dan fondasi pengelolaan aset… Read More

37 mins ago

Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang

Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More

2 hours ago

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

8 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

16 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

18 hours ago