Jakarta – Ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sekaligus Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Halim Alamsyah mengatakan pertumbuhan industri keuangan syariah sangat cepat, namun diakui hal tersebut tidak diimbangi dengan pertumbuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Dari sisi volume, terdapat kesulitan menyediakan suplai SDM di level puncak. Ditambah, persaingan mendapatkan SDM berskala internasional tidaklah mudah,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dirinya mengatakan lembaga pendidikan perbankan seperti IBI, LPPI dan Universitas-universitas juga terus melakukan pembinaan, namun hal tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi pembinaan untuk bankir yang menduduki level atas, selain waktu dibutuhkan juga biaya yang tidak sedikit.
Dirinya menyarankan, diperlukan aturan dan juga pendidikan yang intensif agar dapat tercipta SDM yang mumpuni di industri perbankan syariah.
Seperti diketahui, pertumbuhan pasar di industri perbankan syariah sejak satu tahun kebelakang mulai menunjukkan geliatnya. Setelah Bank Pembangunan Daerah Aceh mengkonversi bisnisnya menjadi Bank Syariah, pangsa pasar perbankan syariah nasional berhasil menembus angka 5%.
Meskipun begitu, pertumbuhan perbankan syariah nasional masih kalah jauh jika dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang pada tahun lalu pangsa pasarnya mencapai 50% dari total aset perbankan. (*)
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More