Selain SDM, persoalan kedua yang dihadapi oleh BPD dalam rangka pengembangan BPD adalah menyangkut permodalan. “Kalau modal kecil, bank kecil masuk lingkaran setan. Ujung-ujungnya semua serba kecil. Istilahnya mutar-mutar seperti itu saja. Bagaimana bisa modern beli IT, didik orang, bangun jaringan, semua perlu uang artinya itu modal,” papar Muliaman.
Peningkatan permodalan ini dinilainya menjadi sangat penting dalam mendorong visi BPD menjadi tuan rumah di wilayahnya masing-masing. “Saya menyambut baik kalau Pemda mengutamakan BPD. sehingga betul-betuk BPD-nya dikelola oleh orang yang profesional, ditopang teknologi yang modern didukung modal yang kuat. SDM penting, modal penting,” tukas Muliaman.
Melalui pembangan BPD, baik penguatan SDM dan permodalan, maka pengetahuan lokal yang dimiliki dan menjadi kekuatan BPD di daerah bisa dimaksimalkan. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More