Jakarta – SCG memamerkan inovasinya pada ajang tahunan perhelatan keramik dan ubin terbesar di Indonesia, Keramika Fair 2017.
Seiring dengan komitmennya untuk menawarkan berbagai produk-produk inovatif dan berkualitas premium, SCG, melalui dua merek ubin dan keramik, KIA dan COTTO, menampilkan produk-produk baru yang mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat.
“Konsep kami tahun ini adalah ‘Discover KIA’ yang diiringi dengan slogan baru KIA ‘Pioneer in Quality’. Dalam konsep ini, KIA menghadirkan perjalanannya sebagai pelopor untuk selalu memberikan produk-produk berkualitas premium melalui berbagai inovasi untuk keluarga Indonesia,” kata Presiden Direktur KIA, Numpol Malichai, di Jakarta, Rabu 22 Maret 2017.
Highlight dari KIA tahun ini adalah “Nature in Style” yaitu koleksi terbaru dari motif ubin beraksen kayu, marmer dan batu.
Pemilihan motif alam ini tidak hanya ditujukan untuk mempermudah instalasi dan pemeliharaan, tetapi juga dorongan untuk mengurangi konsumsi terhadap sumber daya alam.
Sementara highlight dari COTTO di Keramika Fair 2017 adalah produk terbarunya, mosaik ‘Hideway’, sebuah koleksi dengan karakteristik dan ciri khas batu alam, yang akan membawa kesan alami yang premium untuk setiap kamar mandi, koridor, area parkir, atau bahkan kolam renang.
Dalam koleksi ini, COTTO menginisiasi desain dari batu alam asli pada mosaik porselen.
Mosaik ‘Hideaway’ merupakan evolusi batu terbaru yang lebih kuat dan rapi dari produk lain sejenis. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More