News Update

Scam Kian Merajalela, IASC Blokir Dana Rp436,88 M dari Kerugian Rp9,1 T

Poin Penting

  • Kasus scam online kian meresahkan, dengan 432.637 aduan masuk ke IASC dan total kerugian korban mencapai Rp9,1 triliun.
  • IASC berhasil memblokir dana Rp436,88 miliar dan mengembalikan Rp161 miliar kepada 1.070 korban sejak beroperasi November 2024.
  • Modus penipuan makin beragam dan lintas negara, mulai dari penipuan belanja, investasi, impersonation, hingga love scam, sehingga perlu penanganan bersama lintas lembaga.

Jakarta – Kasus penipuan (scam) online di Indonesia kian meresahkan. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 432.637 aduan masyarakat, dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Sementara itu, total dana yang berhasil diblokir IASC mencapai Rp436,88 miliar.

“Adapun, total keseluruhan dana yang berhasil diblokir oleh IASC senilai Rp436,88 miliar,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam keterangannya, Kamis, 22 Januari 2026.

Friderica yang akrab disapa Kiki mengungkapkan, kejahatan keuangan digital semakin masif dan telah melampaui batas negara. Karena itu, penanganan scam perlu dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak.

Menurutnya, pelaku menggunakan beragam modus, mulai dari penipuan transaksi belanja, impersonation/fake call, penipuan investasi, penipuan lowongan kerja, hingga penipuan melalui media sosial.

Baca juga: OJK Buka Suara soal Dugaan Penipuan Kripto yang Libatkan Timothy Ronald

“Selain itu, modus love scam juga menjadi modus yang sering dilakukan oleh pelaku di berbagai negara termasuk di Indonesia,” bebernya.

Ia mengakui, penanganan scam masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain lonjakan jumlah pengaduan, keterlambatan pelaporan, kebutuhan peningkatan kecepatan pemblokiran, kompleksitas pelarian dana, serta optimalisasi pengembalian dana korban.

Pengembalian Dana Korban Scam

Dalam kesempatan yang sama, IASC juga berhasil mengembalikan dana sebesar Rp161 miliar kepada 1.070 korban scam atau penipuan digital. Dana tersebut berasal dari rekening yang berhasil diblokir di 14 bank yang digunakan pelaku kejahatan.

Data tersebut merupakan catatan sejak IASC mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026.

Kiki mengatakan, pengembalian dana ini menjadi bukti nyata sinergi OJK bersama kementerian/lembaga serta industri perbankan dalam melindungi masyarakat.

Baca juga: Seleksi Deputi Gubernur BI Bergulir, Misbakhun Sebut Kewenangan Ada di Presiden

“Pengembalian dana korban scam ini juga menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan saat ini yang semakin kompleks, semakin inovatif, semakin unthinkablemodus-modusnya,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KPPU Putus 97 Pindar Langgar Aturan, Ada yang Didenda hingga Rp102 Miliar

Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi total denda Rp755 miliar kepada 97 penyelenggara… Read More

4 hours ago

Harapan AFTECH untuk Formasi Baru Anggota Dewan Komisioner OJK

Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More

8 hours ago

Lebih dari 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan, KPK Minta Segera Setor LHKPN

Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More

8 hours ago

Gubernur Babel Perintahkan ASN Bersepeda demi Hemat BBM

Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More

8 hours ago

Komisi X DPR Minta Wacana PJJ untuk Hemat Energi Dikaji Mendalam

Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More

8 hours ago

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan KPR subsidi Rp16,79 triliun kepada 122.838… Read More

9 hours ago