Keuangan

Satu Dekade Home Credit Salurkan Pembiayaan Rp51 Triliun

Jakarta – Memasuki usia satu dekade, PT Home Credit Indonesia (Home Credit) telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp51 triliun. Sedangkan dari sisi jumlah pelanggannya pun terus meningkat dengan rata-rata 69% per tahun.

Dari yang hanya 30.000 pelanggan pada 2013, kini bertambah hingga mencapai 5,8 juta pelanggan per 31 Desember 2022.

Direktur Utama Home Credit Indonesia Animesh Narang mengatakan, pertumbuhan yang sangat signifikan tersebut juga dibarengi dengan semakin inklusifnya layanan keuangan Home Credit. Di mana sebanyak 35% pelanggan layanan bertempat tinggal di luar Pulau Jawa dalam 10 tahun terakhir.

“Ini juga ditandai dengan rata-rata jumlah first-time borrowers atau individu yang baru pertama kali menggunakan layanan pembiayaan formal per bulan bisa mencapai 32% di 2022,” ungkap Animesh Narang dikutip, Senin, 20 Februari 2023.

Menatap 2023, kata dia, Home Credit fokus terhadap pada kemudahan keterjangkuan dan kenyamanan pelanggan. Salah satunya dengan kehadiran layanan digital Home Credit yang bisa akses melalui aplikasi digital My Home Credit. “Di layanan ini, pelanggan bisa mendapatkan penawaran pembiayaan seperti bunga 0%,” jelas Animesh.

Selain pembiayaan barang, lanjut Animesh, aplikasi My Home Credit juga melayani pembiayaan modal usaha, asuransi, pay later hingga e-wallet. “Aplikasi ini telah digunakan oleh 14,3 juta pengguna terdaftar pada akhir Desember 2022,” kata Animesh.

Adapun layanan pembiayaan barang kini dapat diakses di lebih dari 23.000 toko di 217 kota/kabupaten Indonesia. “Kami juga akan terus mengedepankan penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi untuk selalu berkembang mengikuti kebutuhan dan tren konsumen di masa depan,” tutup Animesh. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

12 mins ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

1 hour ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

2 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago