Jakarta – Program vaksinasi massal bagi tenaga kesehatan (nakes) beberapa waktu lalu kerap dilakukan oleh beberapa Provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mempercepat program vaksinasi nasional. Terkait hal ini, Satgas Covid-19 mengingatkan kepada Provinsi yang hendak melakukan hal serupa untuk mempertimbangkan ketersediaan vaksinator.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, bahwa setiap daerah pasti memiliki jumlah tenaga vaksinator yang berbeda. Pertimbangan jumlah vaksinator bertujuan agar program vaksinasi massal yang dilakukan pemerintah daerah setempat, akan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pelaksanaan program vaksinasi dapat menjadi salah satu cara, mendorong tenaga kesehatan turut berpartisipasi dalam program vaksinasi ini,” ujar Wiku dalam diskusi virtual dikutip melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sebagai informasi, mekanisme vaksinasi masyarakat umum, nantinya tidak akan berbeda dari tahapan sebelumnya dan tetap menggunakan sistem satu data. Masyarakat akan menerima undangan melalui layanan seluler SMS dan selanjutnya dapat melakukan registrasi sebelum menerima vaksinasi.
Satu data vaksinasi Covid-19 ini merupakan kerjasama antara Telkom, Kementerian Kominfo, BPJS, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Koordinator Perekonomian. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting Pemerintah menargetkan investasi Rp2.100 triliun pada 2026 dengan fokus pada sektor berkelanjutan yang… Read More
Poin Penting Prajogo Pangestu membeli sekitar 1 juta saham BREN pada 15 Januari 2026 dengan… Read More
Poin Penting Insentif mobil listrik impor CBU berakhir per 31 Desember 2025, namun OJK menilai… Read More
Poin Penting Komisi XII DPR mendukung KLH menggugat perdata enam perusahaan yang diduga memicu banjir… Read More
Poin Penting Gozco Capital tambah kepemilikan BBYB hampir Rp100 miliar, membeli 207 juta saham senilai… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis pada sesi I perdagangan 19 Januari, naik 0,27 persen ke… Read More