Jakarta – Sebentar lagi, kegiatan keagamaan seperti paskah dan idul fitri akan segera dirayakan masyarakat Indonesia. Menanggapi hal ini, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada setiap penyelenggara dan tokok keagamaan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku karena pandemi masih belum berakhir.
“Oleh karena itu saya meminta kepada masyarakat bersama tokoh agama setempat untuk dapat mematuhi dan membantu mengkampanyekan protokol kesehatan selama PPKM Mikro di wilayahnya,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers virtualnya.
Kemudian, Wiku juga meminta setiap kegiatan keagamaan agar dapat berkoordinasi dengan posko tingkat desa dan kelurahan yang hadir dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM Mikro). Komunikasi antara masyarakat dan Satgas Daerah yang ditempatkan di posko akan mampu menekan penyebaran Covid-19.
“Penting untuk diingat, posko di desa dan kelurahan berperan penting, untuk memastikan kasus di tingkat mikro dapat terkendali. Oleh karena itu, saya meminta kepada pemerintah daerah beserta satgas di daerah bersama masyarakat untuk bergotong royong memaksimalkan peran posko sehingga dapat efektif dalam mencegah kasus COVID-19,” jelasnya.
Lebih jauh, Masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Kedisiplinan masyarakat merupakan kontribusi yang sangat penting terhadap upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More