Jakarta – Ketua Satgas Covid-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo mendorong pemuda Indonesia untuk berinovasi dan berperan aktif terhadap penanganan pandemi covid-19. Hal tersebut bisa direalisasikan melalui kuliah kerja nyata (KKN) Tematik Covid-19.
Hal tersebut dikatakan Doni pada Webinar yang dibuka langsung oleh dirinya. Selain itu, kegiatan juga dihadiri secata virtual oleh Menteri dalam Negeri Tito Karnavian dan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim
“KKN tematik covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagaimana memanfaatkan bidang keilmuannya dalam mencarikan solusi bagi permasalahan masyarakat terutama saat pandemi,” kata Doni dalam konferensi virtual dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Kanal Youtube BNPB Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2020.
Tak hanya itu, menurutnya, Pemuda Indonesia juga bisa berperan penting mensosialisasikan protokol kesehatan di lingkungan desa. Mahasiswa juga bisa menjadi pelopor untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya covid-19.
Ia menjelaskan, dari hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional sebanyak 17 persen masyarakat masih tidak percaya Covid-19. Persentase itu cukup besar dari total penduduk Indonesia yang mencapai 217juta jiwa.
“Harapan saya KKN tematik bisa secara agresif menyadarkan masyarakat bahwa covid-19 nyata, peristiwa yang terjadi, dan bukan rekayasa atau konspirasi,” tukas Doni. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—mengalami deflasi pada Januari… Read More
Poin Penting Rumah Siti Nurbaya Bakar digeledah Kejaksaan Agung terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola… Read More
Poin Penting Calon pimpinan OJK tidak berasal dari internal OJK, melainkan melalui mekanisme seleksi terbuka… Read More
Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More