Jakarta – Satgas Covid-19 mengkhawatirkan klaster baru yang dapat timbul dari aksi demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di kalangan mahasiswa. Untuk itu, Satgas Penanganan Covid-19 menghimbau agar setiap Universitas melakukan identifikasi dan bila perlu tes Covid-19 pada mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.
“Sebagai antisipasi aksi demo lanjutan, kami himbau pihak universitas melakukan identifikasi dan testing pada mahasiswa yang mengikuti aksi. Tujuannya agar dapat segera dilakukan tracing kontak terdekatnya apabila reaktif,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2020.
Tak hanya mahasiswa, Satgas Covid-19 juga meminta pada perusahaan untuk membentuk Satgas demi melakukan identifikasi dan test covid pada buruh yang ikut dalam aksi unjuk rasa. Nantinya, Satgas di tingkat perusahaan dapat bekerja sama dengan satgas di tingkat daerah.
“Satgas di tingkat perusahaan dapat berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan screening buruh yang mengikuti aksi penyampaian aspirasi. Bagi yang reaktif, maka dapat segera ditelusuri,” ucap Wiku. (*) Evan Yulian Philaret
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More
Poin Penting RUPST Bank Jateng mengangkat Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, menggantikan Irianto Harko Saputro.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup stagnan di zona hijau pada level 8.235,48, dengan 341 saham menguat,… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menilai kredit terhambat suku bunga masih tinggi dan special rate deposan… Read More
Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More