Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak berlibur selama pandemi. Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyebut angka kematian nasional terus meningkat secara drastis selama masa liburan.
“Angka kematian meningkat tajam terjadi pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021, seiring terjadinya libur natal dan tahun baru. Kenaikan yang terjadi sejak bulan November hingga Januari adalah sebesar 4252 kematian, atau meningkat lebih dari 100% dari bulan Oktober,” ujar Wiku seperti dikutip melalui kanal YouTube BNPB Indonesia
Satgas menyebut bahwa keputusan untuk tetap berlibur saat pandemi adalah keputusan yang tidak bijak. Wiku menyebut tren berlibur saat pandemi hanya akan menambah korban serta meningkatkan angka kematian secara nasional.
“Sekali lagi saya data menunjukkan bahwa keputusan kolektif untuk tetap berlibur panjang selama pandemi adalah keputusan yang tidak bijak. Bayangkan dalam 1 bulan, kita kehilangan hampir lebih dari 1000 nyawa hanya karena memilih untuk berlibur,” ujarnya.
Kemudian, Satgas meminta agar masyarakat tetap mengurangi mobilitas dan menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi. Di tahun yang baru, pemerintah dan masyarakat perlu sama-sama belajar untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana dan tidak membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More