BRI; Bank pertama pemilik satelit. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Peluncuran satelit yang dinamakan BRISat yang akan dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada Juni 2016 mendapat sorotan.
Tidak tanggung-tanggung, sekitar 30 perusahaan asuransi internasional diklaim perseroan terlibat dalam pengamanan proses mengangkasanya satelit pertama milik bank di dunia tersebut.
Sekretaris Perusahaan BRI, Hari Sianga menjelaskan, untuk meminimalisir efek dari risiko yang mungkin terjadi, BRI bersama Jasindo (ketua konsorsium asuransi lokal BRISat) dan Marsh (Broker Asuransi Internasional) telah melaksanakan negosiasi dengan sekitar 30 underwriter internasional dalam penutupan BRISat launch and in orbit insurance.
“Saat ini sedang dilakukan pembahasan wording dalam polis penutupan tersebut,” ujar Hari Siaga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 31 Maret 2016.
Adapun biaya yang digelontorkan BRI untuk merealisasikan proyek ambisius ini mencapai sekitar USD250 juta. Bank yang fokus membiayai segmen usaha mikro, kecil dan menengah ini yakin kinerja jaringan usaha dan layanannya bakal meningkat setelah mendapat dukungan satelit.
Menurut Hari, satelit jaringan komunikasi ini merupakan salah satu inovasi BRI, untuk memberikan layanan jasa perbankan kepada seluruh masyarakat Indonesia hingga ke seluruh penjuru tanah air dalam rangka untuk mewujudkan financial inclusion. (*) Rezkiana Nisaputra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More