Kinerja Garuda di Tangan Pahala Membaik
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akan mengeksekusi berbagai langkah strategis untuk menjadi rumah bagi milenial pada 2020. Pada tahun tikus logam ini, perseroan mengincar dapat menyediakan rumah bagi milenial sekaligus sebagai rumah para kaum muda tersebut untuk menyimpan dana, hingga melakukan berbagai transaksi.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020. Menurutnya, ada lima strategi yang disiapkan perseroan untuk mencapai target tersebut. Strategi pertama yang akan dilakukan yakni meningkatkan berbagai lini digital perseroan.
“Kalangan milenial ini menginginkan hal yang praktis. Dengan berbagai kemudahan digital yang kami miliki, kami membidik para milenial untuk dapat menjadikan Bank BTN sebagai rumah dalam bertransaksi maupun memiliki hunian,” jelas Pahala.
Selain meningkatkan bisnis digital, perseroan juga terus mengakselerasi kemitraan dengan berbagai sektor. Berbagai sektor tersebut, kata Pahala, baik di sisi perumahan maupun dengan para pemain di segmen fintech. “Saya melihat fintech dapat menjadi partner untuk sama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik terutama bagi nasabah milenial,” ucapnya.
Langkah strategis lain yang juga akan dilakukan Bank BTN yakni dengan mengembangkan berbagai segmen bisnis serta infrastrukturnya. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Bank BTN juga akan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM, tambah Pahala, akan berfokus pada peningkatan produktivitas serta kapasitas namun tetap mengutamakan kehati-hatian.
Pada 2020, perseroan juga akan menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada ritel serta wholesale funding. Hal ini untuk mengurangi biaya dana sehingga meningkatkan profitabilitas perseroan. “Kami juga ingin menempatkan posisi BTN tidak hanya sebagai bank spesialis perumahan, tapi juga sebagai bank tabungan sebagai tempat menabung khususnya bagi para milenial,” paparnya. (*)
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More