News Update

Sarana Meditama Metropolitan Ekspansi Rumah Sakit Baru

Jakarta – PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) terus melakukan ekspansi dengan membangun rumah sakit baru.

Pada tahun ini, SAME akan membangun rumah sakit berlokasi di Pekayon, Bekasi Selatan, serta Balikpapan, Kalimantan Timur dengan nilai investasi yang akan dikucurkan sekitar USD30 juta dollar untuk satu rumah sakit.

“Untuk rumah sakit yang di Pekayon saat ini sudah berjalan untuk pengurusan izin-izinnya. Kami harapkan bangunan fisiknya setelah lebaran, tapi tergantung dari keluarnya izin jadi kalau belum keluar kami tidak berani memancangnya,” kata Direktur Utama SAME, Hassan Themas di Jakarta, Senin, 10 April 2017.

Emiten operator rumah sakit OMNI Hospitals ini sendiri berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Meskipun di sisi lain opsi melakukan pinjaman perbankan pun masih dilirik oleh Perseroan, sebab sudah ada beberapa pihak perbankan yang bersedia dalam memberikan pinjaman melihat pada prospek industri kesehatan terbilang bagus ke depannya.

Menurut Hasan untuk masalah pendanaan tergantung mana yang lebih mudah didapat. Bagaimanapun dalam menerbitkan right issue yang akan digunakan untuk pengembangan rumah sakit baru sangat tergantung pada kondisi pasar.

Oleh karenanya Hasan belum bisa menyebutkan secara rinci besaran dana yang diincar dari penerbitan right issue. Apalagi sebetulnya rencana penerbitan right issue sudah direncanakan pada 2016. Namun, Perseroan mengurungkan niatnya sebab pada saat itu ada momentum British Exit (Brexit) sehingga membuat banyak investor asing menahan diri untuk masuk pasar modal domestik.

“Kita lihat kondisi pasar modal. Bagaimanapun kami sudah mendapat perserjuan dari pemegang saham. Jadi kalau ada animo maka bisa kita eksekusi,” ujarnya.

Sekedar informasi perusahaan satu ini juga akan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split), dari 100 rupiah per saham menjadi 20 rupiah per saham. Dengan begitu Perseroan melakukan stock split dari 1 saham lama menjadi 5 saham baru. Rencana stock split telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Selain itu, Perseroan juga akan membagikan dividen tunai sebesar 3,54 miliar rupiah pada para pemegang saham. Dividen tunai dibagikan sebesar 30 persen raihan laba bersih pada 2016. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Begini Instruksi Presiden Prabowo Usai Trump Kenakan Tarif Impor 32 Persen ke RI

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dalam… Read More

3 hours ago

PM Kanada: Kebijakan Tarif Trump Rugikan AS Sendiri

Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More

8 hours ago

IHSG Diproyeksi Makin Gelap Efek Tarif Impor Baru AS

Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More

9 hours ago

Tarif Baru Trump Diberlakukan, Menkeu AS Sarankan Negara Lain Tak Melawan

Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More

10 hours ago

Tarif Trump 32 Persen Hantam RI, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More

11 hours ago

Trump Kenakan Tarif 32 Persen ke RI, Sinyal Bahaya bagi Industri Lokal

Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More

12 hours ago