Jakarta – Santara, fintech urun dana (equity crowdfunding) meluncurkan sebanyak 72 UKM ke pasar sekunder. Dengan ini, investor bisa melakukan transaksi ekuitas dengan lebih mudah.
R. Andi Kartiko Utomo, CEO Santara mengungkapkan hadirnya UKM di pasar sekunder bisa menjadi strategi exit plan bagi investor dalam pengelolaan portofolio keuangan pembiayaan urun dana. Adapun ke 72 UKM yang masuk pasar sekunder sudah disaring melalui beberapa kriteria, salah satunya adalah sudah beroperasi selama satu tahun.
“72 ini (UKM) kami pilih yang bagus. 69 dari 72 tersebut sudah membagi deviden. Sengaja kita pilih agar secondary market lebih bergairah,” jelas Andi pada paparannya, 5 November 2021.
Sementara itu, President Commissioner Santara, Mardigu Wowiek Prasantyo mengungkapkan perusahaan ingin berkontribusi dalam membantu UKM untuk naik kelas. Dengan demikian, perekonomian Indonesia bisa semakin kuat dan pulih dari pandemi.
“Kita berharap bisa berkontribusi pada sisi menengah UKM. Kita harapkan dengan masuknya Santara bisa mendorong UKM agar naik kelas,” ujarnya.
Hingga saat ini, Santara sudah menyalurkan pembiayaan dana sebesar Rp151.4 miliar ke 89 UKM yang terdaftar. Perusahaan sendiri menargetkan penyaluran pendanaan ke 1.000 UKM sebesar kurang lebih senilai Rp3 triliun hingga akhir tahun 2022. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More