Headline

Sangar Ngab! Pemerintah Bakal Kejar Aset BLBI Sampai Para Keturunan

Tangerang — Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai Rp147,7 triliun yang digelontorkan kepada 48 bank untuk membantu memulihkan perekonomian Indonesia kala krisis moneter 1998 belum semuanya kembali ke negara. Untuk itu, pemerintah bakal terus memgejar aset-aset yang terkait BLBI dari para obligor dan debitur, sampai kepada para turunannya. 

“Saya akan terus meminta kepada tim untuk menghubungi semua obligor ini, termasuk kepada para turunannya. Karena barangkali ada mereka yang sekarang sudah usahanya diteruskan oleh para keturunannya,” tukas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Karawaci, Tangerang, Jumat (27/8/2021). 

Saat krisis moneter Asia menampar perekonomian pada periode 1997-1999, terjadi ketidakstabilan sistem keuangan akibat dunia perbankan nyaris terpukul habis akibat depresiasi nilai tukar Rupiah. Pengelolaan aset dan bisnis bank kala itu yang kurang memerhatikan risiko kurs mengambil peran besar dalam goncangan sistem keuangan. 

Sebagaimana diketahui, negara masih memiliki tagihan dari piutang BLBI senilai Rp110,45 triliun. Adapun terkait dengan penyelesaiannya, pemerintah telah memanggil 48 obligator dan debitur BLBI tersebut. 

“Jadi kita akan bernegosiasi atau berhubungan dengan mereka (para keturunan) untuk mendapatkan kembali hak negara,” tegas Sri Mulyani.

Tidak lupa, Direktur Pelaksana Bank Dunia periode 2010-2016 itu mengingatkan para obligor dan debitur, untuk memenuhi semua panggilan terkait BLBI. “Mari kita segera selesaikan obligasi atau kewajiban Anda semuanya yang sudah 22 tahun merupakan suatu kewajiban yang belum diselesaikan,” ucapnya. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

7 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

8 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

9 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

9 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

10 hours ago

Dana THR 2026 Siap Dicairkan, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman Presiden

Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More

10 hours ago