Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2024 akan menjadi katalisator peningkatan omzet bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Terutama, bagi pelaku ekonomi kreatif di destinasi super prioritas,” ujarnya dalam pameran AKI 2024 di Kaldera Resort, Danau Toba, Jumat (5/7).
Dia menilai, sejak diluncurkan pada 2021, AKI telah menjadi wadah yang efektif untuk kolaborasi antara peserta dan berbagai pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk dipertemukan dengan potensial buyer dan investor, sehingga diharapkan produk-produk mereka semakin dikenal luas,” kata Sandiaga.
Baca juga: Ini Alasan Kemenparekraf Dorong Pembentukan Indeks Khusus Emiten Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kemudian, dia menegaskan kembali dukungan penuh pemerintah untuk sektor ekonomi kreatif, dengan mengutip berbagai inisiatif dan kebijakan yang bertujuan untuk mendukung inovasi dan kewirausahaan.
Pihaknya bertujuan menjadikan Indonesia pusat industri kreatif global. Sehingga, acara seperti AKI 2024 sangat penting untuk mencapai visi ini.
“Kami berkomitmen untuk menyediakan sumber daya dan dukungan yang diperlukan agar para pelaku ekonomi kreatif kita dapat berkembang dan bersaing di panggung internasional,” imbuh Sandiaga.
Baca juga: Empat Poin Ini Harus Dibenahi Agar UMKM Tembus Pasar Global
Pameran AKI Toba 2024 diikuti oleh 35 jenama (9 kriya, 6 fesyen, 13 kuliner, 2 apps dan gim, 2 musik dan 3 film) yang berasal dari daerah di sekitar Toba dan Sumatera Utara.
Setelah 3 hari penyelenggaraan, terpilih 3 finalis terbaik yang akan mewakili Toba dalam Malam Puncak AKI 2024 yang akan diadakan di Jakarta pada bulan September 2024. Mereka adalah Galeri Batik Torsai (Juara 1), Adcra Woodentoys (Juara 2), dan Tobatos Chips (Juara 3). (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More