Sandiaga Uno Mau Bawa Perusahaan IPO, Ada ZAP hingga Bobobox

Jakarta – Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sekaligus pengusaha nasional Sandiaga Uno memberikan sinyal akan mendorong beberapa perusahaan melakukan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Adapun perusahaan yang bakal didorong Sandiaga melantai di bursa di antaranya klinik kecantikan ZAP, restoran The Misoa Story hingga Bobobox yang merupakan perusahaan pengelola jaringan hotel.

“Mudah-mudahan sebentar lagi karena Saratoga udah inves di ZAP ya. Klinik-klinik kecantikan ini bakal berkembang nih. Sesuatu waktu bisa IPO juga,” ucap Sandiaga dikutip, 26 Agustus 2025.

Baca juga: Intip Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 Pekan Ini

Lebih lanjut Sandi menjelaskan usaha-usaha hasil binaannya tersebut diperkirakan akan mencatatkan sahamnya di BEI dalam rentang waktu 2-3 tahun.

Menurutnya, rentang waktu itu dibutuhkan sebagai masa inkubasi bagi perusahaan-perusahan agar mampu untuk berkembang lebih besar lagi dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

“Kalau di sini tadi yang saya ajak itu yang mudah-mudahan 2-3 tahun ke depan bisa IPO ada sebagian di sini ada perusahaan jasa, perusahaan kosmetik, ada perusahaan ini dari stakeholders dan komunitas yang saya bina itu mereka mudah-mudahan pada beberapa waktu ke depan itu bisa IPO,” imbuhnya.

Baca juga: BEI Catat 8 Perusahaan Masuk Pipeline IPO Saham per Agustus 2025

Selain sebagai founder Recapital Aset Management, Sandiaga juga dikenal sebagai pemilik dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang bergerak di bidang investasi.

Tidak hanya itu, SRTG juga terafiliasi dengan beberapa emiten lainnya seperti, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), hingga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

4 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

5 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

5 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

15 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

16 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

16 hours ago