Categories: Ekonomi dan Bisnis

Sampoerna Minta Pemerintah Pertimbangkan Kenaikkan Cukai Rokok

Jakarta–Pemerintah diminta dapat mempertimbangkan dan mendengarkan pendapat para pelaku industri rokok dalam memutuskan kenaikkan tarif cukai rokok. Dimana, pada 2016 pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sekitar 11,19%, ‎dengan target peneriman cukai sebesar Rp146,4 triliun.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, Paul Janelle, di Jakarta Rabu, 16 Desember 2015.
Menurutnya, kenaikan tarif cukai di tengah kondisi perlambatan ekonomi di dalam negeri saat ini, dianggap memberatkan pelaku industri rokok.

“Pemerintah penting mendengarkan pendapat kami soal kenaikan pajak, nasi karyawan, dan mempertimbangkan petani di industri roko,” ujar Paul di Jakarta, Rabu 16 Desember 2015.

Dia mengungkapkan, bahwa mendengarkan masukan dari pelaku industri rokok sangatlah penting. Hal ini bertujuan agar perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor tersebut dapat menjaga keberlangsungan usahanya. “Kehidupan petani cengkeh dan (karyawan) rokok‎ ini sangat penting buat kami,” tukasnya.

Saat ini Sampoerna secara langsung maupun tidak langsung memperkejakan sekitar 78 ribu karyawan, dimana sebagian besar terlibat dalam produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) Sampoerna. Produk Sampoerna terdiri dari Dji Sam Soe dan A Mild pada segmen premium, serta Sampoerna Kretek dan U Mild di segmen harga menengah.

Cukai merupakan komponen yang signifikan dari beban pokok penjualan dan harga eceran rokok perusahaan. Pada 2012, 2013 dan 2014, proporsi cukai, termasuk PPn atas rokok putih buatan mesin (sigaret putih mesin tanpa cengkeh/SPM), terhadap penjualan bersih perusahaan masing-masing sebesar 51,1%, 50% dan 52,1%.

Cukai Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dan perusahaan memperkirakan tarif cukai tersebut akan terus meningkat.‎ (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

5 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

36 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

36 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

40 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago