Jakarta – Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan perpisahan kepada seluruh penggunanya. Perusahaan yang merupakan bagian dari JD.com ini mengumumkan bahwa per Jumat (17/2), pengguna sudah tidak bisa lagi pembelian atau pemesanan barang di e-commerce ini.
“Terima kasih untuk pelanggan, penjual, mitra, dan karyawan atas dukungan yang telah diberikan kepada JD l.ID selama ini. Saat ini anda tidak dapat lagi melakukan pemesanan,” tulis manajemen di seluruh akun media sosial official JD.ID.
Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, Setya Yudha Indraswara pun membenarkan JD.ID akan menghentikan semua layanan pada akhir Maret 2023. “Hal ini adalah keputusan strategis dari JD.COM untuk fokus pada pembangunan jaringan rantai pasok lintas negara, dengan logistic dan pergudangan sebagai inti bisnisnya,” ujarnya.
Berbagai komentar dari para pengguna memenuhi kolom komentar unggahan Perusahaan baik di akun media sosial Instagram maupun Twitter. Mayoritas komentar mengungkapkan terima kasih kepada JD ID yang telah memberikan pengalaman berbelanja selama beroperasi di Indonesia dalam kurun waktu 2015 hingga 2023.
“Terima kasih JD.ID sudah jadi langganan aku beli elektronik sama bulanan. Pengiriman cepat dan free ongkir. Semoga bisa ketemu lagi. Sukses JDid,” tulis reply dari @rifainanang18 pada postingan twitter.
“Semoga bisa buka lagi dg pelayanan yang Ibh baik lagi dan makasi banyak buat jdid yg udah mempermudah dim segala urusan belanja .. thank’s a lot jdid,” tulis akun @muthia_park di kolom komentar postingan instagram JD.ID.
Sebelumnya pada tanggal 30 Januari 2023 yang lalu, melalui website resminya, JD.ID mengumumkan akan menghentikan layanan pada 31 Maret 2023 mendatang. JD.ID memberi waktu bagi seluruh mitra pengguna dan penjual untuk menyelesaikan transaksinya hingga akhir Maret 2023.
“Jika Anda masih memiliki pertanyaan tau membutuhkan informasi lainnya, silakan hubungi layanan pelanggan di 1500 618. JD.ID dan keseluruhan layanannya akan dihentikan 31 Maret 2023. Semoga kami dapat kembali melayani Anda di masa depan. Sampai jumpa,” jelas manajemen JD.ID.
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More