News Update

Sambangi BPK, DPR Bahas Kelanjutan Kasus Jiwasraya

Jakarta – Komisi XI DPR-RI hari ini (3/1) menyambangi kantor pusat Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Dalam pertemuan tersebut dijadwalkan keduanya akan membahas Rapat Konsultasi membahas berbagai hal salahsatunya keberlanjutan pemeriksaan mengenai Jiwasraya.

Hadir pada Rapat Konsultasi tersebut pimpinan BPK yang dipimpin Ketua BPK Agung Firman Saputra. Sementara itu, perwakilan Komisi XI dipimpin langsung Ketua Komisi Dito Ganinduto. Saat membuka rapat, Ketua BPK Agung Firman Saputra menyampaikan permohonan maaf akibat penundaan pelaksanaan rapat.

“Kami mohon maaf karena mundur pelaksanaan rapat konsultasi pada hari ini karena beberapa hal, khususnya terkait dengan persiapan yang kami lakukan dalam pemeriksaan laporan keuangan setiap tahunnya,” ujar Agung di Jakarta, Senin 3 Febuari 2020.

Agung menambahkan, agenda rapat hari ini akan dibahas mengenai beberapa hal. Namun, karena sifat rapat tertutup, dia tidak menyampaikan apa-apa saja yang akan dibahas. “Sesuai agenda kita pada hari ini kita akan menyampaikan beberapa hal. kalau suratnya itu terkait pemeriksaan,” katanya.

Sebelumnya, perusahaan asuransi milik negara Jiwasraya mangaku belum sanggup membayar kewajiban pembayaran polis senilai Rp 12,4 triliun pada Desember 2019. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri juga pernah mengungkapkan adanya kerugian yang diakibatkan dari permainan jual beli saham ‘gorengan’ atau penginvestasian produk JS Saving Plan ke saham-saham berkualitas rendah.

Indikasi kerugian sementara atas permainan saham tersebut sekitar Rp4 triliun. BPK juga mengindikasikan kerugian sementara terkait saham reksa dana diperkirakan sekitar Rp6,4 triliun. Jika diakumulasikan dengan kerugian pada saham gorengan, total indikasi kerugian Jiwasraya mencapai Rp10,4 triliun (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

37 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

1 hour ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago