News Update

Salvus Fokus Kembangkan Bisnis Retail Berbasis Teknologi

Jakarta – PT Salvus Inti, perusahaan yang bergerak di bidang pialang asuransi mengaku tengah fokus kembangkan bisnis retail berbasis teknologi. Perseroan melakukan hal tersebut karena saat ini porsi bisnis Salvus yang berbasis teknologi masih terbilang kecil.

Chief Executive Officer PT Salvus Inti, Rio Sundoro mengatakan, untuk mendukung rencana tersebut, pihaknya memiliki rencana untuk berinvestasi yang cukup intensif dalam mengembangkan infrastruktur teknologi selama kurun waktu dua tahun ke depan.

“Untuk dua tahun ke depan kita bisa lebih dari Rp10 miliar untuk investasi di teknologi, itu alokasi akan dilakukan secara bertahap. Mungkin itu belum cukup juga, jadi bisa lebih,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

Saat ini, kata dia, Salvus masih fokus dalam menggarap pasar korporat dan employee benefit khususnya risiko-risiko properti, rekayasa (engineering) dan marine. Namun demikian, perusahaan tak menutup kemungkinan untuk ekspansi di luar sektor tersebut.

“Kita ada bisnis korporat. Insurtech itu banyak mengambil di bisnis retail. Mereka gak menggangu bisnis kita, tapi itu merupakan lahan atau ranah yang harus kita masuki. Jadi makanya kita memperkuat untuk infrastruktur teknologinya,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan bisnis pialang asuransi, salah satunya yaitu semakin bertumbuhnya lini asuransi berbasis teknologi. Oleh sebab itu, pihaknya mau tidak mau juga harus melakukan inovasi.

“Salvus berharap agar semua perusahaan yang bergerak dalam lini Insurtech terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK,” paparnya.

Salvus saat ini telah menempati kantor baru yang berlokasi di kawasan Tomang Jakarta Barat. Perpindahan kantor ini diharapkan dapat memberikan lingkungan kerja yang lebih nyaman, baik bagi staff maupun para klien Salvus yang kerap mengunjungi kantor untuk urusan klaim asuransi. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

7 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

7 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

7 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

8 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

11 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

14 hours ago