Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menjadi salah satu Bank BUMN yang dipercaya untuk menyalurkan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Untuk itu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan akan fokus menyasar usaha-usaha yang mendukung penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan dalam rencana penyaluran kreditnya.
“Penyaluran kredit khusus segmen UMKM akan diarahkan ke sektor produktif, seperti pertanian, perkebunan, jasa dan perdagangan, industri pengolahan, pariwisata, serta sektor lain yang memberikan dampak kepada ketahanan pangan,” ujar Hery seperti dikutip di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.
Hingga 27 Juli 2020, Bank Mandiri telah menyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp16,2 triliun kepada 27.854 nasabah. Selain itu pada periode yang sama, jumlah restrukturisasi kredit telah mencapai Rp118,4 triliun yang diberikan kepada 538.376 nasabah. Bank Mandiri akan memastikan penyaluran dana PEN juga akan tepat sasaran dan cepat terserap.
Lebih jauh, Hery menuturkan bahwa Bank Mandiri juga akan mengoptimalkan penyaluran PEN dan mendorong pertumbuhan UMKM melalui dukungan teknologi informasi dengan menggunakan Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet). Pelaku UMKM tidak perlu mendatangi kantor cabang Mandiri untuk mengajukan kredit, karena tenaga pemasar mikro Mandiri yang berjumlah lebih dari 6.700 orang di seluruh Indonesia dapat memproses kredit langsung dari lokasi pelaku usaha melalui Mandiri Pintar.
“Intinya kami akan all out dalam menyalurkan dana PEN, karena kita perlu segera menggerakkan seluruh sektor usaha agar dampak pandemi Covid-19 tidak berlarut-larut, dan ekonomi Indonesia dapat segera bangkit,” tutupnya. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More