Keuangan

Salurkan Pembiayaan Rp5,4 T, KrediOne Aktif Dorong Kolaborasi dengan Perusahaan Teknologi

Poin Penting

  • KrediOne menyalurkan pembiayaan Rp5,4 triliun hingga kuartal III 2025, tumbuh 390% dibanding tahun sebelumnya.
  • Perusahaan mendorong kolaborasi teknologi dan inovasi, termasuk melalui partisipasi di Singapore FinTech Festival 2025.
  • KrediOne memperkuat penerapan AI untuk analisis risiko, penyaluran pembiayaan, dan peningkatan layanan konsumen guna membangun industri pindar yang inklusif dan berkelanjutan.

Jakarta – KrediOne mencatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,4 triliun hingga kuartal III 2025. Angka tersebut tumbuh 390 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun.

“Angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan KrediOne yang inklusif dan berdampak, serta pelayanan dan perlindungan pelanggan yang terus kami jaga,” ujar Kuseryansyah dalam keterangan resmi, Minggu, 16 November 2025.

Kuseryansyah juga menyampaikan pentingnya peran aktif perusahaan dalam mendorong kolaborasi teknologi untuk memperkuat industri pinjaman daring Indonesia agar semakin berdampak dan berkelanjutan.

Baca juga: KrediOne Perkuat Literasi Keuangan Digital ke Generasi Muda

Untuk itu, KrediOne hadir dalam ajang Singapore FinTech Festival (SFF) 2025, pameran dan konferensi keuangan digital terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Partisipasi di Singapore FinTech Festival 2025

Acara yang berlangsung di Singapore Expo pada 12–14 November 2025 dengan tema “Technology Blueprint for The Next Decade of Finance” tersebut menghadirkan berbagai inovasi teknologi terbaru, forum strategis, ruang kerja sama dan kolaborasi dengan ekosistem pendukung fintech global.

“Partisipasi kami di Singapore FinTech Festival merupakan bukti komitmen KrediOne untuk terus berinovasi, memperluas adopsi teknologi, serta memperkuat industri pindar Indonesia. Bagi KrediOne, kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan industri yang semakin inklusif, berdampak, dan berkelanjutan,” sambung Kuseryansyah.

Dia menegaskan, sebagai perusahaan pindar berizin dan diawasi OJK, KrediOne memperkuat fokusnya pada penerapan teknologi artificial intelligence (AI), mulai dari analisis risiko, penyaluran pembiayaan, hingga perlindungan dan peningkatan kualitas layanan konsumen.

Baca juga: KrediOne Salurkan Rp9,7 Triliun, Dukung Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional

Bagi KrediOne, teknologi AI menjadi fondasi strategis untuk memastikan proses yang lebih cepat, presisi, dan tetap berlandaskan pada prinsip consumer centric.

Perluas Jejaring dalam Ekosistem Global

Dengan jumlah pengunjung mencapai 65 ribu peserta dari 134 negara dan wilayah, SFF 2025 menjadi ruang kolaboratif bagi KrediOne untuk menjalin kerja sama strategis dan memperluas jejaring global yang berorientasi pada masa depan.

Kuseryansyah berharap kehadiran KrediOne di Singapore FinTech Festival 2025 dapat memperkuat citra positif industri pindar Indonesia, membuka ruang kolaborasi global, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

9 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

11 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

11 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

11 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

12 hours ago