IDX; Pasar saham. (Foto: Budi Urtadi)
Delapan dari sepuluh sektoral saham di lantai bursa hari ini kompak ditutup menguat hampir 1%. Pengutan dipimpin saham sektor aneka indutri dan finance 1,4%-1,7%. Dwitya Putra
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 36,840 poin atau 0,76% ke level 4.906,689 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2015. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 9,716 poin atau 1,17% ke level 842,591.
Menguatnya mayoritas saham unggulan di bursa jadi penopang IHSG hari ini, dan membuat posisi indeks bisa kembali ke level 4.900. Investor memanfaatkan aksi beli pascalibur Lebaran dengan menyasar saham-saham kapitalisasi besar yang sudah cukup murah.
Kondisi tersebut mendorong delapan dari sepuluh sektoral saham di lantai bursa menguat hampir 1%. Penguatan dipimpin saham sektor aneka indutri dan finance 1,4%-1,7%. Sedangkan pelemahan hanya terjadi pada saham sektor agri, 1,2% dan tambang 2%.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 220.144 kali dengan volume 3,792 miliar lembar saham senilai Rp5 triliun. Sebanyak 147 saham naik, 118 turun, dan sisanya 85 saham stagnan.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp6.750 ke Rp82.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp2.450 ke Rp52.000, Siloam (SILO) naik Rp850 ke Rp15.050, dan Matahari (LPPF) naik Rp825 ke Rp18.125. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More