Ilustrasi pegerakan harga saham:. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Ditengah meluasnya wabah Covid-19 di seluruh dunia yang kian memburuk, bursa global mengalami tekanan yang luar biasa tak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG bahkan sempat terjatuh hingga meninggalkan level 4.000, atau tepatnya ke level 3.937,63 pada perdagangan Selasa, 24 Maret 2020, seiring ambruknya kinerja saham emiten di pasar modal.
Namun, tidak semua saham di pasar modal tercatat terjun bebas, semenjak merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia. Salah satunya saham Tugu Insurance.
Berdasarkan pantauan perdagangan saham Selasa, 31 Maret 2020, saham berkode emiten TUGU ini berada di Rp3.250. Padahal, sejak munculnya kasus COVID-19 di Indonesia saham emiten anak BUMN ini berada di kisaran Rp3.400. Artinya, sejak kasus tersebut muncul, saham TUGU hanya berkurang sekitar 4,4%.
Terlepas dari kasus positif Covid-19 yang telah menghantam stabilitas ekonomi global hingga bursa saham, pihak Tugu Insurance sendiri memastikan pandemi ini belum berpengaruh pada aspek stabilitas keuangan dan lainnya.
“Tugu Insurance belum mengalami dampak ataupun kelangsungan usaha,” ujar Corporate Secretary Tugu Insurance Rudi Donardi.
Anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) ini bahkan tetap memastikan kualitas pelayanan kepada nasabah maupun mitra usaha tetap berlangsung baik selama 24H/7D melalui hotline call center TIA 1500-458.
Sebagai informasi, Tugu Insurance menyediakan berbagai produk asuransi baik bagi korporasi hingga ritel. Produk asuransi korporasi ini tersedia bagi sektor-sektor seperti migas, non-energi hingga penerbangan dan satelit. Sedangkan di sektor ritel, terdapat asuransi kendaraan bermotor t-drive dan t-ride hingga asuransi patah tulang t-fracture. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More