Saham TUGU Makin Dilirik, Segini Target Harganya

Jakarta – Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance semakin dilirik oleh kalangan pelaku pasar. Hal itu terlihat dari analis yang masih memberikan rekomendasi beli saham anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.

Terbaru, analis BCA Sekuritas, Ryan Yani Santoso, dalam laporan risetnya memberikan rating buy untuk saham TUGU, dengan target harga untuk 12 bulan ke depan dipatok pada level Rp1.600 per saham. Sehingga, saham TUGU berpotensi memberikan return 40,4 persen apabila harganya menyentuh nilai wajar.

“Inisiasi Buy TUGU dengan target harga Rp1.600, 40 persen potensi upside plus dividend yield 6 persen atau setara dengan Price to Book Value (PBV) 0,61x tahun 2025,” tulis Ryan dalam risetnya dikutip, 5 September 2024.

Ryan juga menyebut terdapat empat katalis utama yang menjadi dasar dari rekomendasi tersebut, antara lain, potensi pertumbuhan industri, ketentuan permodalan minimal yang mendorong adanya aksi korporasi merger dan akuisisi (M&A), kemampuan TUGU untuk mempertahankan rasio klaim lebih rendah dari industri, serta perusahaan yang konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham.

Selain itu, dengan masih rendahnya penetrasi asuransi non-jiwa di Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan sektor asuransi masih terbuka ke depan. Ia mencontohkan bahwa penetrasi asuransi non-jiwa di Indonesia berkisar 0,39-0,48 persen dari PDB atau lebih rendah dari Singapura dan Malaysia yang mencapai lebih dari 1 persen.

Baca juga: Marjin Bisnis Asuransi TUGU Makin Tebal, Ini Buktinya!

Di sisi lain, pertumbuhan premi TUGU dalam beberapa tahun terakhir juga mencapai 9,2 persen, dengan kinerja TUGU yang positif di tahun 2024. Ryan memperkirakan bahwa pertumbuhan aset TUGU bisa mencapai angka 9,1 persen melampaui pertumbuhan PDB nasional 5 persen.

Katalis lain yang terkait industri adalah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk peningkatan modal minimal asuransi pada 2026 dan 2028. Menurutnya kebijakan ini akan mendorong konsolidasi industri. Perusahaan asuransi umum yang dibelakangi grup-grup besar dan memiliki modal yang kuat seperti TUGU akan diuntungkan.

Sementara, sejumlah asuransi kecil akan cenderung melakukan aksi M&A untuk memenuhi ketentuan tersebut. Hal ini akan membuat lanskap kompetisi berubah dan persaingan akan menjadi lebih longgar (loose).

Selain dari sisi kebijakan ketentuan modal minimal, laporan tersebut juga menyinggung bahwa wacana kewajiban asuransi Third Party Liability (TPL) untuk kendaraan bermotor di tahun 2025 juga menjadi peluang lain yang dapat ditangkap oleh TUGU terutamanya bila pemerintah membentuk konsorsium asuransi.

“TUGU bersikap hati-hati dalam menilai dan menerima nasabah, tercermin dari rasio klaim yang lebih rendah dibandingkan dengan industri pada umumnya, full year 2023 sebesar 36 persen vs 44 persen,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa TUGU memiliki kemampuan yang baik untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko nasabah maupun suatu proyek yang membuatnya optimis bahwa rasio klaim perseroan dapat terjaga ke depan.

Baca juga: Kinerja Cemerlang, Tugu Insurance Berhasil Raih Insurance Market Leaders Award 2024

Meskipun TUGU merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero), Ryan menilai bahwa bisnis TUGU tidak melulu bergantung pada induk. TUGU bahkan mampu mencari sumber pertumbuhan baru seperti dengan melakukan penetrasi segmen korporasi di BUMN lainnya maupun non BUMN, bahkan hingga ke segmen ritel yang diharap mencapai pangsa pasar lebih dari 10 persen dari total premi yang diperoleh.

Konsistensi TUGU dalam membagikan dividen ke pemegang saham dalam beberapa tahun terakhir dengan rasio payout 40 persen juga turut disorot oleh BCA Sekuritas sebagai salah satu bentuk memberikan nilai tambah ke pemegang saham sehingga menjadi saham yang layak investasi.

Selain BCA Sekuritas, beberapa analis lain juga turut memberikan rekomendasi beli saham TUGU seperti Shinhan Sekuritas dengan target harga Rp2.050, Kiwoom Sekuritas dengan patokan target harga Rp2.100, serta Trimegah Sekuritas dengan target Rp2.435. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Pasang Target Danantara Sumbang Rp800 Triliun Tiap Tahun

Prabowo targetkan Danantara setor Rp800 triliun tiap tahun Poin Penting Prabowo menargetkan Danantara menyetor Rp800… Read More

43 mins ago

Di Tengah Dinamika Global, Aset BPKH Tembus Rp238,99 Triliun di 2025

Poin Penting Aset Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencapai Rp238,99 triliun pada 2025, tumbuh 8,12%… Read More

1 hour ago

BCA (BBCA) Beri Sinyal Dividen Interim Dibagikan 3 Kali untuk Tahun Buku 2026

Poin Penting BCA memberi sinyal pembagian dividen interim hingga tiga kali pada tahun buku 2026.… Read More

2 hours ago

Ketua Banggar DPR Minta Pemerintah Perkuat APBN, Usulkan 4 Kebijakan Ini

Poin Penting Banggar DPR mengusulkan empat langkah strategis untuk menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian… Read More

2 hours ago

BCA Tebar Dividen Rp41,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Poin Penting PT Bank Central Asia Tbk membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp41,3 triliun… Read More

2 hours ago

RUPST FIF Rombak Pengurus, Ini Sususan Terbarunya

Poin Penting RUPST FIF 2025 merombak pengurus, dengan Siswadi menjadi Presiden Komisaris dan Indra Gunawan… Read More

2 hours ago