ihsg masuk fase jenuh beli
Jakarta – Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) berhasil ditutup melonjak, ditengah pelemahan pasar.
Berdasarkan data perdagangan saham hari ini, Senin, 1 Oktober 2018, saham berkode TUGU itu berhasil ditutup melonjak 17,87% atau Rp470 ke Rp3.100. Sementara kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kondisi tertekan, dengan tercatat melemah 31,95 poin (0,53%) ke level 5,944.60.
Kenaikan saham TUGU, seiring mulai ramainya aksi beli yang dilakukan Investor hari ini, khususnya asing.
Infobank mencatat, hari ini posisi net buy asing mencapai 2.151 lot atau mencapai sekitar Rp600 jutaan. Padahal, total volume transaksi hari ini sebesar 2.155 lot senilai Rp658,97 juta. Artinya, hampir 100% transaksi saham TUGU hari ini banyak dilakukan oleh investor asing.
Sejak tanggal awal Agustus 2018, investor asing memang tercatat getol melakukan aksi beli terhadap saham TUGU. Investor asing sempat melakukan aksi jual selama dua kali, tepatnya tanggal 28-29 Agustus, sebesar 2.950 lot.
Harga tertinggi saham TUGU sendiri hari tercatat di Rp3.100 dan terendah di Rp2.900.
Sekedar informasi, TUGU resmi dicatatkan pada papan pengembangan BEI sebagai perusahaan tercatat ke-17 (tujuh belas) di tahun 2018 pada bulan Mei lalu.
Perusahaan melepas sebanyak 177,78 juta lembar saham atau setara 10% dari modal yang disetor penuh oleh perusahaan. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More