IHSG; Naik tipis. (Foto: Erman)
Pada perdagangan hari ini cuma empat sektor yang berhasil naik, yaitu infrastruktur, tambang, properti dan perdagangan. Sementara sisanya turun tipis. Dwitya Putra
Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 1,935 poin atau 0,04% ke level 4.380,320 pada perdagangan Jumat, 18 September 2015. Sementara Indeks LQ45 juga turun tipis 0,590 poin atau 0,08% ke level 740,377.
Indeks berhasil naik tipis seiring aksi beli selektif yang dilakukan investor di sektor perdagangan. Kondisi tersebut membuat posisi IHSG bergerak naik meski indeks sempat melemah 15.305 poin atau 0,35% ke level 4,361.22 pada pukul 15:45.
Pada perdagangan kali ini sendiri cuma empat sektor yang berhasil naik, yaitu infrastruktur, tambang, properti dan perdagangan. Sementara sisanya turun tipis. Sektor perdagangan menopang posisi IHSG dengan tercatat naik 1,4%.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 240.649 kali dengan volume 6,067 miliar lembar saham senilai Rp6,05 triliun. Sebanyak 143 saham naik, 132 turun, dan sisanya 74 saham stagnan.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp1.150 ke Rp42.825, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp1.000 ke Rp11.000, Mitra Keluarga (MIKA) naik Rp1.000 ke Rp28.300, dan Matahari (LPPF) naik Rp550 ke Rp17.225. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More