Saham PT Agro Yasa Lestari (AYLS) Diproyeksi Menguat, Ini Alasannya

Jakarta – Founder LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, menyoroti bahwa sektor agribisnis dapat menjadi primadona di Indonesia. Hal itu didukung oleh kenyataan bahwa sektor ini merupakan bagian dari sumber daya alam, yang memungkinkan sektor perkebunan menjadi kontributor bagi pendapatan negara.

Menurutnya, jika sektor agribisnis menjadi primadona, maka hal ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap saham-saham yang bergerak di sektor tersebut, salah satunya adalah PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS).

Lucky memprediksi bahwa harga saham emiten kelapa sawit tersebut akan menguji level terendah di angka Rp64 per lembar saham, dan untuk level tertingginya diproyeksikan dapat menembus level Rp129 per lembar.

“Inilah fair value dalam jangka panjang, yang diartikan ini adalah harga yang wajar jika kita lihat dalam jangka panjang. Demikian pula, kita melihat dari angka saat ini, berapakah fair value dalam kondisi koreksi atau kelemahan,” ujarnya melalui keterangan tertulis dikutip, Rabu, 28 Mei 2025.

Baca juga: Sukseskan IPO AYLS, FATH Capital Optimis Pasar Modal Prospektif di 2020

Lucky menambahkan bahwa salah satu faktor yang mendorong pergerakan harga saham AYLS dalam jangka panjang hingga mencapai Rp129 per lembar adalah luasnya populasi lahan sawit di Indonesia. Dengan potensi tersebut, Perseroan dinilai dapat lebih ekspansif dalam melakukan aksi korporasi.

“Dengan cakupan lahan yang sangat luas, seharusnya perusahaan ini lebih gencar melakukan aksi korporasi, lebih gencar melakukan restructuring untuk mencapai nilai fundamental yang menarik,” imbuhnya.

Baca juga: 295 Saham Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 7.559

Lebih lanjut, Lucky mengingatkan para investor untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam mengelola portofolio saham di sektor agribisnis. Ia menyebut sektor ini sebagai sektor yang bersifat defensif.

“Sehingga ini akan menentukan bagaimana struktur portfolio investor yang ingin melihat tiga dimensi waktu, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang,” ujar Lucky. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen

Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More

8 hours ago

OJK Tekankan Transparansi dalam Reformasi Pasar Modal RI

Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More

10 hours ago

Sibuk Kerja dan Kejar Deadline?

Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More

10 hours ago

IHSG Masih Tertekan, OJK Minta Investor Pasar Modal Tetap Tenang

Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More

11 hours ago

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI, Klaim Atlet Tembus Rp31 Miliar

Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More

12 hours ago

Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More

12 hours ago