Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengawasi pergerakan saham PT First Media Tbk (KBLV) karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang tidak wajar.
“Hal ini karena adanya peningkatan harga dan aktivitas saham KBLV yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya atau unusual market activity (UMA),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin, 20 Juni 2016.
Menurut Irvan, informasi terakhir yang dipublikasikan oleh First Media adalah informasi pada 10 Juni 2016 melalui IDX Net mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham KBLV, Irvan mengatakan, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham First Media.
Oleh karena, Irvan mengharapkan, agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Kemudian mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Pengumuman UMA, lanjut Irvan, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More