Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengawasi pergerakan saham PT First Media Tbk (KBLV) karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang tidak wajar.
“Hal ini karena adanya peningkatan harga dan aktivitas saham KBLV yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya atau unusual market activity (UMA),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin, 20 Juni 2016.
Menurut Irvan, informasi terakhir yang dipublikasikan oleh First Media adalah informasi pada 10 Juni 2016 melalui IDX Net mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham KBLV, Irvan mengatakan, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham First Media.
Oleh karena, Irvan mengharapkan, agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Kemudian mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Pengumuman UMA, lanjut Irvan, tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang pasar modal. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More
Poin Penting Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi lanjut melemah ke level 8.150 pada perdagangan 27 Februari 2026 setelah… Read More
Poin Penting Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor… Read More