Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Harga Jual Eceran (HJE) rokok dan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok pada 2026 tidak naik.
Menurutnya, keputusan tersebut bertujuan menekan peredaran rokok ilegal dan menjaga daya beli masyarakat. Jika harga rokok dinaikkan, maka akan mendorong semakin banyak rokok ilegal yang beredar di masyarakat.
Merespons keputusan tersebut, Manajemen Panin Sekuritas memandang positif kebijakan Menkeu Purbaya itu karena dapat memberikan sentimen positif jangka pendek dan ruang napas bagi emiten-emiten rokok, seperti PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), hingga PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
“Tidak adanya kenaikan HJE dan cukai akan membantu menjaga stabilitas harga jual dengan ruang ASP rokok yang terbatas, margin yang stabil, serta recovery volume penjualan, terutama di tengah tren penurunan daya beli dan pergeseran konsumsi ke rokok ilegal atau harga murah,” tulis Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 14 Oktober 2025.
Baca juga: Purbaya Pastikan Cukai dan Harga Rokok Eceran Tak Naik Tahun Depan
Masih menurut Panin Sekuritas, beban biaya cukai yang selama ini menjadi tekanan utama terhadap profitabilitas dapat tertahan, sehingga memberi ruang bagi perusahaan untuk melakukan efisiensi distribusi dan penguatan pangsa pasar di segmen low hingga mid-tier.
Pergerakan harga saham emiten rokok pada perdagangan hari ini (14/10) pukul 11.30 WIB terpantau mayoritas “ngebul”. Harga saham HMSP, misalnya, sempat menguat di posisi Rp735 per saham dari harga pembukaan awal Rp705.
Baca juga: IHSG Melambung karena Saham Kurang Likuid? Ini Penjelasan DBS Bank
Lalu, harga saham GGRM menguat sebanyak 2,35 persen ke posisi Rp11.975 per saham dari harga awal hari ini Rp11.700 dan sempat menyentuh level tertingginya di posisi Rp12.175 per saham.
Berbeda dengan HMSP dan GGRM, harga saham WIIM justru terpantau melemah 1,28 persen ke posisi Rp1.155 per saham dari harga perdagangan awal Rp1.170. Bahkan, saham ini sempat menyentuh level terendahnya pada Rp1.115 per saham. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More