Tutup Tahun 2018, BCA Genjot Bisnis Kartu Kredit
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini terkoreksi cukup dalam
hingga 87,75 poin atau 1,38% ke level 6.251,47, akibat maraknya aksi ambil untung yang dilakukan investor.
Hal tersebut mendorong seluruh indeks sektoral saham di lantai bursa kompak melemah, termasuk saham perbankan.
Berdasarkan pantauan pasar, Rabu, 3 Januari 2018. Saham perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar saham besar atau big capt, rata-rata ditutup melemah.
Sebut saja, diantaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Ketiga saham tersebut hari ini kompak ditutup melemah.
Namun, hanya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berhasil bertahan stagnan, atau tidak mengalami perubahan.
Infobank mencatat, sore hari ini saham BBNI termasuk yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 3,58% atau Rp350 ke Rp9.425, disusul saham BMRI sebesar 1,91% atau Rp150 ke Rp7.700 dan BBRI turun 0,55% atau Rp20 ke Rp3.610. Sementara saham BBCA bertahan di Rp21.900.
Saham BBCA sendiri hari ini diperdagangkan sebanyak 6.928 kali transaksi, dengan volume 136.428 lembar saham senilai Rp296,37 miliar.
Saham BBCA paling tinggi hari ini di harga Rp21.950 dan terendah di harga Rp21.325. Dimana broker paling banyak melakukan pembelian saham BBCA yakni Merrill Lynch Indonesia, dengan kode broker ML sebanyak 27.168 lot dan yang tercatat melakukan penjualan yakni Bahana Securities dengan kode DX, hingga 27.510 lot. (*)
Poin Penting HSBC ANA Travel Fair 2026 digelar 22–25 Januari, menawarkan tiket murah dan promo… Read More
Poin Penting Suku bunga simpanan bank turun, SBP rupiah menjadi 3,14% dan SBP valas 2,79%… Read More
Poin Penting Belanja APBN 2026 Rp3.842,7 triliun, difokuskan ke sektor prioritas seperti pangan, energi, MBG,… Read More
Poin Penting Kemenkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di atas 5% pada 2025-2026, dengan proyeksi APBN… Read More
Poin Penting Peran CFO semakin strategis sebagai navigator perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, risiko global,… Read More
Poin Penting APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3… Read More