Poin Penting
- Saham BBRI turun 18,03% ytd dan menyentuh level terendah dalam lima tahun.
- BRI menilai penurunan dipicu faktor eksternal, bukan kinerja fundamental.
- Kinerja keuangan tetap solid dengan laba dan kredit tumbuh dua digit.
Jakarta – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI terkoreksi 18,03 persen secara year to date (ytd). Pada pukul 11.10 WIB, saham BBRI turun 2,28 persen ke Rp3.000 menjadi posisi terendah dalam lima tahun terakhir.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan, pergerakan harga saham dipengaruhi berbagai faktor, tidak hanya fundamental perusahaan, terapi juga sentimen global, persepsi investor terhadap Indonesia, dan kondisi pasar modal.
Achmad menilai, penurunan saham BBRI lebih disebabkan faktor eksternal.
“Kami mencermati bahwa ini lebih ke faktor eksternal dibandingkan dengan faktor fundamental sendiri,” kata Achmad dalam konferensi pers kinerja kuartal I 2026, Kamis, 30 April 2026.
Baca juga: Asing Net Sell Rp1,01 Triliun, Saham BBCA, BBRI, hingga BMRI Paling Banyak Dilego
Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh
Achmad menjelaskan, secara fundamental kinerja keuangan BBRI hingga kuartal I 2026 tetap kuat. Hingga Maret 2026, BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen yoy. Selain itu, cost of fund turun menjadi 2,3 persen pada kuartal I 2026 dari 3 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Bos BRI Beberkan Strategi Jaga Kualitas Kredit UMKM di Tengah Dinamika Global
Sementara, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BRI sebesar Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen yoy. Pencapaian DPK tersebut ditopang oleh dana murah alias CASA mencapai Rp1.058,6 triliun atau tumbuh 13,2 persen yoy.
“Jadi kalau dari sisi aset terjaga, dari sisi cost of fund kita terus membaik, dan juga dari sisi permodalan kuat, dan tentunya juga dari sisi net profit kita tumbuh dengan baik,” tambahnya.
Dividen Besar dan Optimisme Jangka Menengah
Selain itu, BRI juga membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham, setara 92 persen dari laba tahun 2025.
“Ini juga bagian dari kami kepada pemegang saham kita kembalikan kinerja yang sudah kita penuhi,” ungkapnya.
Baca juga: BRI Sepakat Tebar Dividen Rp52,10 Triliun, 91 Persen dari Laba 2025
Achmad menyatakan, secara jangka menengah, pihaknya tetap optimis kinerja BRI akan terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Hal ini didukung strategi transformasi yang mencakup penguatan funding, kualitas kredit, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem bisnis terintegrasi.
“Jadi BRI akan tetap fokus pada eksekusi strategi yang sudah kita tetapkan secara konsisten untuk menjaga kinerja yang berkualitas, karena pada akhirnya nilai perusahaan akan tecermin dari fundamental yang kuat,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra




