Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang digelar di Jakarta, 9 Oktober 2024, menyetujui untuk mengakuisisi PT Net Visi Media Tbk (Net TV).
RUPSLB MD Entertainment menyetujui rencana perseroan untuk melaksanakan transaksi material, penambahan kegiatan usaha siaran televisi bagi grup perseroan sebagai akibat dari pengambilalihan Net TV oleh perseroan.
Manoj Punjabi, Direktur Utama MD Entertainment menjelaskan, perseroan turut menyetujui peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Baca juga: Apa Kabar Proses Akusisi Mandala Finance? Ini Jawaban Bos Adira Finance
“Sehubungan dengan akuisisi Net TV, total nilai dari rencana transaksi material ini adalah Rp1,65 triliun. Net TV diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan sekurangnya 20 persen dari pendapatan perseroan,” jelas Manoj dalam keterangan resmi dikutip 9 Oktober 2024.
Manoj melanjutkan, MD Entertaiment makin optimistis mengarungi bisnis pada tahun ini dengan kehadiran entitas bisnis baru, yakni televisi.
“Semoga dengan inovasi, perluasan bisnis dan langkah strategis ini semakin memantapkan posisi MD Entertainment menjadi yang terdepan,” jelasnya.
Dalam aksi korporasi ini, FILM akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 951.121.700 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan modal disetor perseroan.
Baca juga: Akuisisi Rampung, MSIN Mulai Kolaborasi Sinergis dengan RAAM
Sebagai bagian dari rencana PMTHMETD, FILM akan menerbitkan saham baru dengan total harga pengambilan bagian sebesar Rp661,95 miliar (PMTHMETD Pertama).
“Dengan akuisisi Net TV ini, jangkauan pasar MD Entertainment semakin bertambah khususnya di bidang penyiaran televisi. Kami yakin di masa mendatang hal ini turut mendukung peningkatan penjualan kami dalam konten-konten di saluran distribusi televisi,” tutup Manoj. (*)
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More