Jakarta – Pemerintah telah resmi mengalihkan sahamnya di PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM dan PT Pegadaian (Persero) kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Penandatanganan penyerahan saham ini menjadi tanda dimulainya holding ultra mikro dengan BRI sebagai induknya.
Pada sambutannya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, pendirian holding ultra mikro adalah wujud nyata pemerintah untuk meningkatkan pembiayaan di sektor mikro. Ketiga institusi ini diharapkan mampu membantu meningkatkan pembiayaan sektor mikro hingga 30% hingga 2024 mendatang.
“Dengan penyatuan ini, kami ingin pembiayaan UMKM kurang lebih 30% daripada permodalan di Indonesia. Kita bisa lihat perubahan signifikan pada krisis Covid-19 berdampak pada UMKM dan ultra mikro,” jelas Erick pada sambutannya, Senin, 13 September 2021.
Lebih jauh, Direktur BRI mengungkapkan hadirnya holding ultra mikro yang di pimpin oleh BRI tidak akan mengubah model bisnis Pegadaian maupun PNM, kecuali adanya tuntutan digitalisasi. Holding ultra mikro lebih bertujuan ke sinergi antara ekosistem mikro, sehingga jangkauan pembiayaan dapat diperluas.
“Entitasnya masing-masing masih ada dan bisnis modal yang masing-masing masih ada sehingga karena bukan merger maka tidak ada yang melebur kemana pun,” ujar Sunarso. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More