Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi ditunjuk jadi pengganti ketua dan wakil ketua OJK. (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) secara resmi melantik Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026 – 2031.
Pelantikan dimulai pukul 15.00 WIB di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu 25 Maret 2026. Ketua MA Sunarto menyampaikan, berdasarkan surat Keputusan Presiden RI No 30/P/2026 pada tanggal 17 Maret 2026 dimana Saudari Friderica telah diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031.
“Sebelum memangku jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK, saudara wajib mengucapkan sumpah jabatan. Bersediakah saudara mengucapkan sumpah jabatan menurut agama dan kepercayaan Anda?,” tanya Sunarto.
Friderica menjawab dengan pasti. “Bersedia,” jawab Friderica.
Di hadapan Ketua MA, Friderica mengucapkan sumpah jabatannya. Setelah pengucapan sumpah jabatan selesai, Friderica menandatangani berita acara di depan ketua MA.
Dalam pelantikan ini, terlihat sejumlah pejabat OJK, Bank Indonesia, dan beberapa pejabat negara lainnya.
Baca juga: Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR
Sebelum dilantik menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Kiki memiliki rekam jejak panjang di pasar modal dengan latar belakang pendidikan mentereng.
Menukil laman OJK, Kiki telah menjalani lebih dari 10 tahun berkarier di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015).
Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020-2022).
Kiki juga diketahui memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.
Di luar dari karier moncernya tersebut, rupanya Kiki pernah berprofesi sebagai artis Ibu Kota. Sosoknya pun sering wara-wiri di layar televisi.
Bahkan, setelah mengikuti ajang kontes kecantikan dan menyabet gelar Diajeng Yogyakarta pada 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995, tawaran bermain sinetron, bintang iklan, presenter, hingga model membanjirinya.
Tercatat sejumlah sinetron yang pernah dibintangi Kiki, antara lain “Doaku Harapanku”, “Panji Manusia Milenium”, dan “Angling Darma”.
Baca juga: Komposisi Baru OJK Dinilai Minim Pembaruan, Celios Ingatkan Pentingnya Independensi
Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia memulai pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001.
Kemudian, ia meneruskan studi ke California State University, Amerika Serikat, dan berhasil memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 2004.
Ia kemudian kembali melanjutkan studi ke UGM dan meraih gelar Doktor bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bukti potong PPh 21 pensiun kini dapat diunduh secara daring melalui layanan TOOS… Read More
Poin Penting Hasan Fawzi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung RI melantik tujuh Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 di Jakarta pada… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan mencapai 8,8 juta hingga 24 Maret 2026, dengan aktivasi Coretax… Read More
Poin Penting KPPU akan membacakan putusan perkara dugaan kartel pinjol pada 26 Maret 2026, menandai… Read More
Poin Penting Pemerintah menambah penempatan dana Rp100 triliun ke perbankan (Himbara dan Bank Jakarta) untuk… Read More