Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemenkeu
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi melantik Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menggantikan Suryo Utomo.
Pelantikan dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2025, di Aula Mezanine, Gedung Djuanda I, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Pelantikan ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 83/TPA/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Keuangan.
Adapun Suryo Utomo dirotasi untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Teknologi dan Intelijen Keuangan.
Baca juga: Prabowo Tunjuk Bimo Wijayanto Jadi Dirjen Pajak, Letjen Djaka Pimpin Bea Cukai
“Pada hari ini Jumat, 23 Mei 2025 saya Menteri keuangan dengan ini remsi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa bersama kita,” ucap Sri Mulyani dalam Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemenkeu.
Sebelum dilantik sebagai Dirjen Pajak Kemenkeu, Bimo menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi di Kedeputian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sejak Desember 2024.
Dalam posisinya, Bimo bertugas memastikan dukungan perencanaan kerja, pengawalan program, serta dukungan keuangan, sumber daya manusia, kelembagaan, dan manajemen kinerja di kedeputiannya.
Selain itu, ia juga bertanggung jawab terhadap sinkronisasi, pemantauan, serta debottlenecking koordinasi program kerja antarunit Asisten Deputi di bawah kedeputiannya.
Baca juga: Ditunjuk Jadi Dirjen Pajak, Ini Sepak Terjang Bimo Wijayanto
Sebelumnya, Bimo menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kedeputian Pertambangan dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (September 2020-Desember 2024).
Pada 2019 hingga 2020, ia menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kedeputian Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Sebelumnya, ia bertugas di Kedeputian Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis – Kantor Staf Presiden.
Bimo juga pernah berkarier di Kementerian Keuangan sebagai Analis Senior di Center for Tax Analysis (CTA) dan Direktorat Jenderal Pajak pada 2014–2015.
Baca juga: Intip Kekayaan Bimo Wijayanto yang Ditunjuk Jadi Dirjen Pajak
Bimo merupakan team leader pertama bersama Yon Arsal mengawal pembentukan CTA, dengan bidang keahlian modeling deteksi fraud dan irregularities juga analisis mikro-sektoral kepatuhan pajak. Sebelum itu, Bimo menjabat sebagai Kepala Seksi Dampak Makro Ekonomi di Sub-Direktorat Dampak Kebijakan pada 2007 hingga 2009.
Mengenai pendidikan, Bimo menamatkan studi di Universitas Gadjah Mada jurusan Ekonomi Akuntansi pada 1995 hingga 2000. Kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di The University of Queensland, Australia 2004 hingga 2005. Pada 2014, Bimo meraih gelar PhD dari University of Canberra, Australia 2010. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More